×
Ad

Heboh Trump Posting Peta Meksiko-Kanada-Greenland Ditutupi Bendera AS

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 08 Sep 2026 11:01 WIB
Postingan Trump via Truth Social menampilkan bendera AS menyelimuti wilayah Amerika Utara, termasuk Kanada, juga Meksiko, Greenland, dan Islandia (Truth Social/@realDonaldTrump)
Washington DC -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memposting sebuah peta yang menampilkan bendera Amerika menutupi sebagian besar wilayah Amerika Utara, termasuk Kanada, juga menutupi wilayah Meksiko hingga wilayah Greenland dan Islandia.

Postingan peta tersebut menyusul upaya Trump untuk mengambil alih wilayah di luar perbatasan AS.

Reaksi keras diberikan oleh Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, yang menegaskan bahwa negaranya "bukan dan tidak akan menjadi koloni atau wilayah protektorat" dari negara asing mana pun.

Postingan Trump tersebut, seperti dilansir The Hill dan Anadolu Agency, Selasa (8/9/2026), menampilkan peta dengan motif bendera Amerika yang menyelimuti seluruh wilayah AS, Kanada, Meksiko, dan sebagian Amerika Tengah, serta Greenland, Islandia, dan pulau-pulau di Karibia seperti Kuba dan Jamaika.

Peta itu diunggah Trump via akun media sosial Truth Social miliknya pada Senin (7/9) waktu setempat. Dia hanya memposting gambar, tanpa pernyataan atau penjelasan apa pun.

Namun postingan tersebut diunggah Trump setelah beberapa waktu terakhir mencetuskan gagasan untuk mengganti nama sejumlah area atau lokasi. Baru-baru ini, Trump mempromosikan usulan untuk mengubah nama negara bagian New Mexico, yang ada di AS, menjadi "New America". Trump memposting gambar yang memperlihatkan kata "Mexico" dicoret dan diganti dengan "America".

Sebelum itu, Trump juga mendorong perubahan nama "Teluk Meksiko" menjadi "Teluk Amerika", yang menuai penolakan keras dari pemerintah Meksiko.

Beberapa saat lalu, Trump bahkan menandatangani perintah eksekutif untuk mengubah nama "Danau Ontario", yang terletak di perbatasan AS dan Kanada, menjadi "Danau Amerika". Hal ini dilakukan saat Washington dan Ottawa terlibat perang dagang yang sengit.




(nvc/ita)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork