5 Berita Terpopuler Internasional

5 Berita Terpopuler Internasional

Rita Uli Hutapea - detikNews
Jumat, 04 Sep 2026 17:27 WIB
Pasukan Garda Revolusi Islam Iran (Foto: REUTERS/Stringer/File Photo Acquire Licensing Rights)
Pasukan Garda Revolusi Islam Iran (Foto: REUTERS/Stringer/File Photo Acquire Licensing Rights)
Jakarta -

Kepala Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), Ahmad Vahidi bersumpah akan membalas dendam atas kematian empat orang dalam serangan di sebuah pesta pernikahan di Iran selatan, yang menurut Iran dilakukan oleh Amerika Serikat.

"Darah murni para martir ini... tidak akan dibiarkan begitu saja dan pasti akan dibalas," kata Vahidi dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh televisi pemerintah Iran, dilansir Al Arabiya dan AFP, Jumat (4/9/2026).

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Jumat (4/9/2026):

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

- 9 Hari Terjebak Usai Banjir Nepal, 2 Orang Berhasil Diselamatkan

Dua orang berhasil diselamatkan pada Jumat (4/9) dari sebuah terowongan yang terhubung dengan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di Sungai Trishuli, Nepal. Kedua orang itu terjebak dalam terowongan selama sembilan hari, setelah banjir bandang menerjang kawasan lembah setempat.

Longsoran es, bebatuan, dan lumpur menyapu area lembah di wilayah Nepal yang berbatasan dengan Tibet, China, pada Rabu (26/8) pekan lalu.

Para pejabat dan petugas penyelamat, seperti dilansir Reuters, Jumat (4/9/2026), meyakini bahwa runtuhnya gletser di bagian hulu Sungai Trishuli pada 26 Agustus lalu, telah membuat setidaknya 900 orang terjebak di dalam terowongan yang terkait dengan enam proyek PLTA di sepanjang sungai tersebut.

- Menteri Garis Keras Israel Paparkan Rencana Pindahkan Warga Gaza

Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, memaparkan rencana untuk memindahkan warga Palestina dari Jalur Gaza dan mengirimkan mereka ke luar negeri. Ben-Gvir yang dikenal garis keras dan kontroversial ini, mengklaim beberapa negara yang siap menampung warga Gaza.

Berbicara menjelang pemilu Israel yang diperkirakan berlangsung sengit pada Oktober mendatang, seperti dilansir AFP, Jumat (4/9/2026), Ben-Gvir mengatakan bahwa rencana tersebut bertujuan untuk memindahkan sebanyak 250.000 warga Palestina keluar dari Jalur Gaza pada tahun pertama.

Kemudian, kata Ben-Gvir, akan diikuti oleh sisanya dari sekitar dua juta penduduk Gaza lainnya dalam kurun waktu enam tahun berikutnya.

- WNI Peserta Magang Tewas Usai Terjepit Mesin Pabrik di Hiroshima

Seorang peserta pelatihan teknis asal Indonesia meninggal dunia setelah terjepit di dalam mesin mixer pabrik yang sedang beroperasi di sebuah pabrik di Prefektur Hiroshima. Korban mengalami pendarahan hebat hingga meninggal dunia.

Dilansir Japan Today, Jumat (4/9/2026), korban bernama Indra Kurniawan (21). Peristiwa mengenaskan yang menimpa peserta magang itu terjadi pada Rabu (2/9) kemarin sekitar pukul 22.00 waktu setempat.

- Pengadilan Filipina Perintahkan Tangkap Wapres Sara Duterte!

Pengadilan Filipina mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Wakil Presiden (Wapres) Sara Duterte pada Jumat (4/9) waktu setempat. Perintah penangkapan itu terkait kasus pidana yang menuduh Sara melontarkan ancaman terhadap Presiden Ferdinand Marcos Jr, Ibu Negara, dan mantan Ketua DPR Filipina.

Pengadilan tingkat pertama Filipina, seperti dilansir Reuters, Jumat (4/9/2026), menerbitkan surat perintah penangkapan terhadap Sara, putri mantan Presiden Rodrigo Duterte, dalam kasus yang mencakup tiga dakwaan ancaman serius.

Pengadilan juga telah menetapkan uang jaminan sebesar 120.000 Peso Filipina (Rp 33,7 juta) untuk setiap dakwaan.

- Iran Bersumpah Balas Dendam Atas Serangan AS ke Pesta Pernikahan

Kepala Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), Ahmad Vahidi bersumpah akan membalas dendam atas kematian empat orang dalam serangan di sebuah pesta pernikahan di Iran selatan, yang menurut Iran dilakukan oleh Amerika Serikat.

"Darah murni para martir ini... tidak akan dibiarkan begitu saja dan pasti akan dibalas," kata Vahidi dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh televisi pemerintah Iran, dilansir Al Arabiya dan AFP, Jumat (4/9/2026).

Serangan itu terjadi pada Selasa malam lalu di kota pesisir Kuhestak di sepanjang Selat Hormuz, setelah Amerika Serikat mengumumkan serangan terhadap target-target milik IRGC.

Tonton juga video "2 Korban Banjir Nepal Selamat Setelah 9 Hari Terjebak di Terowongan"

Halaman 3 dari 2
(ita/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini