Otoritas Iran menangkap 11 warga negara asing (WNA) terkait dugaan upaya penyelundupan bahan bakar (BBM) keluar dari negara tersebut. Operasi penangkapan ini disertai temuan diesel sebanyak 382.000 liter yang akan diselundupkan.
Penangkapan ini, seperti dilansir AFP, Jumat (4/8/2026), terjadi saat Iran menghadapi kesulitan dalam mengimpor bahan bakar yang cukup untuk memenuhi permintaan, menyusul blokade laut Amerika Serikat (AS) terhadap pelabuhan-pelabuhan di negara tersebut.
"Penjaga perbatasan menangkap 11 tersangka warga negara asing," demikian laporan televisi pemerintah Iran pada Rabu (2/9) waktu setempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak disebutkan lebih lanjut asal kewarganegaraan 11 tersangka yang ditangkap itu.
Hanya disebutkan oleh televisi pemerintah Iran dalam laporannya bahwa para petugas bertindak berdasarkan laporan intelijen mengenai upaya penyelundupan bahan bakar menggunakan kapal tongkang di perairan Teluk.
Saat melakukan penggeledahan terhadap kapa tersebut, menurut laporan televisi pemerintah Iran, para petugas "menemukan 382.000 liter bahan bakar diesel".
Selama bertahun-tahun, otoritas Iran berupaya menekan maraknya penyelundupan bahan bakar, terutama di wilayah selatan sepanjang kawasan Teluk. Praktik penyelundupan semacam ini menyebabkan kelangkaan pasokan bahan bakar di tingkat lokal.
Baru-baru ini, AS memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran sebagai balasan atas langkah Teheran menutup Selat Hormuz dari aktivitas pelayaran. Selat Hormuz yang merupakan jalur vital bagi pengiriman minyak dan gas dari kawasan Teluk, terdampak perang yang berkecamuk antara Iran dan AS.
Pada 1 September lalu, Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengimbau warga untuk mengurangi konsumsi bensin. Antrean panjang terjadi di berbagai pom bensin di area Teheran dalam beberapa hari terakhir.
Lihat juga Video Wapres AS: Harga Minyak Tinggi karena Iran Tembaki Kapal di Selat Hormuz










































