Laporan media pemerintah Iran menyebutkan bahwa sedikitnya 19 orang tewas dalam rentetan serangan militer Amerika Serikat (AS) di beberapa provinsi di negara tersebut. Mereka yang tewas terdiri atas para personel militer dan warga sipil Iran.
Teheran telah melancarkan pembalasan dengan menargetkan posisi militer AS di kawasan Timur Tengah.
Keterangan Wakil Gubernur Provinsi Khuzestan bidang keamanan dan penegakan hukum, Valiollah Hayati, seperti dilansir Xinhua dan Al Jazeera, Kamis (3/9/2026), menyebutkan bahwa sedikitnya tujuh orang tewas dan delapan orang lainnya luka-luka akibat serangan yang menghantam provinsi di wilayah barat daya Iran itu.
Laporan kantor berita Mehr menyebutkan bahwa serangan AS lainnya terhadap Pulau Lavan di wilayah selatan Iran telah menewaskan tiga anggota pasukan sukarelawan Basij dari Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).
Di Provinsi Kermanshah, Iran bagian barat, menurut laporan Mehr, sedikitnya empat personel divisi Dirgantara IRGC tewas akibat serangan AS.
Laporan Mehr juga menyebutkan bahwa seorang anggota pasukan komando, yang diidentifikasi sebagai Malek Mousavi-Tabar, tewas pada Rabu (2/9) pagi dalam operasi untuk menangkal pergerakan drone penyusup di Distrik Bahmai, Provinsi Kohgiluyeh dan Boyer-Ahmad di wilayah Barat Iran.
Dengan mengutip pernyataan otoritas Provinsi Hormozgan, sebelah selatan Iran, kantor berita Mehr melaporkan bahwa sedikitnya empat orang tewas dan 68 orang lainnya luka-luka dalam serangan AS yang menghantam sebuah acara pernikahan di Distrik Sirik.
Para korban di area itu termasuk seorang bocah berusia empat tahun, seorang remaja, dan dua orang perempuan.
(nvc/idh)