Iran dan Amerika Serikat kembali memanas. Otoritas Iran mengatakan serangan terbaru AS di wilayahnya menewaskan 11 orang.
Demikian menurut laporan media pemerintah Iran pada hari Rabu (2/9), setelah serangan baru AS di provinsi Khuzestan di barat daya.
"Wakil Gubernur Provinsi Khuzestan untuk Urusan Keamanan dan Penegakan Hukum mengatakan bahwa serangan rudal AS tadi malam di tiga lokasi di provinsi tersebut menewaskan tujuh orang dan melukai delapan orang," lapor IRNA yang dikelola pemerintah, seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (2/9/2026).
Hal ini terjadi setelah Bulan Sabit Merah Iran mengatakan pada hari Selasa (1/9) bahwa empat orang, termasuk seorang anak tewas dan lebih dari 50 orang terluka akibat serangan AS di sebuah pesta pernikahan di wilayah Sirik, Iran selatan.
Militer Amerika Serikat telah mengumumkan pasukannya menggempur target Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) di wilayah Iran pada Selasa (1/9) waktu setempat. Presiden AS Donald Trump mengancam lebih banyak serangan yang lebih dahsyat, jika Teheran membalas.
Komando Pusat AS atau CENTCOM, yang mengawasi operasi militer AS di Timur Tengah, seperti dilansir Al Arabiya dan Anadolu Agency, Rabu (2/9/2026), mengumumkan bahwa pasukan AS telah menuntaskan gelombang serangan terbaru terhadap target-target militer Iran.
"Pasukan AS menyerang target-target Korps Garda Revolusi Islam (Iran), termasuk lokasi pertahanan udara, sistem radar, aset dan fasilitas maritim, kemampuan penebaran ranjau, dan lokasi komunikasi," kata CENTCOM dalam pernyataan via media sosial X pada Rabu (2/9).
(ita/ita)