37 Orang Tewas Usai Rusia Bombardir Gudang Amunisi di Ukraina

37 Orang Tewas Usai Rusia Bombardir Gudang Amunisi di Ukraina

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Minggu, 30 Agu 2026 13:08 WIB
Firefighters work at a site of a Russian drone strike, amid Russias attack on Ukraine, in Kyiv, Ukraine August 29, 2026. REUTERS/Oleksandr Gusev
Foto: Kebakaran hebat melanda gudang di Ukraina yang dihantam serangan drone Rusia (REUTERS/Oleksandr Gusev)
Jakarta -

Setidaknya 37 orang tewas setelah sebuah drone Rusia menghantam gudang di dekat pinggiran barat Kyiv, Ukraina yang menyimpan "benda-benda peledak". Serangan ini merupakan yang paling mematikan tahun ini.

Dilansir The Guardian, Minggu (30/8/2026) serangan itu merusak setidaknya 50 bangunan tempat tinggal, termasuk panti jompo untuk lansia dan penyandang disabilitas, dan memicu kebakaran besar serta ledakan di distrik Bucha, wilayah Kyiv.

Gubernur wilayah tersebut, Tymur Tkachenko, mengatakan 42 orang lainnya, termasuk empat anak, terluka dalam serangan itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lebih dari 370 orang telah dievakuasi dari daerah tersebut dan proses evakuasi masih berlanjut, kata Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy. Dalam sebuah pernyataan, ia mengatakan sebuah gudang di kota Myla telah dihantam, "diikuti oleh ledakan".

Gudang itu adalah depot milik militer Ukraina dan menyimpan peluru, drone, dan amunisi lainnya, katanya dalam pidato video.

"Dampak pertama terjadi di tempat penyimpanan amunisi yang seharusnya tidak ada di sana - sebuah gudang pasukan pertahanan. (Terjadi) ledakan peluru, ranjau, amunisi lain, dan drone dalam skala besar," kata Zelenskyy.

Proses hukum pidana telah dibuka atas tuduhan kelalaian resmi, tambahnya.

"Ada peraturan yang berlaku; amunisi tidak boleh disimpan di dekat rumah atau area perumahan lainnya."

Ia mengatakan salah satu korban tewas adalah kepala komunitas Dmytrivka, Taras Didych, yang meninggal saat menyelamatkan orang lain.

Jaksa Ukraina mengatakan mereka telah membuka penyelidikan atas legalitas "penyimpanan benda dan bahan peledak".

Perdana Menteri Ukraina, Serhii Koretskyi, menyatakan penyesalannya karena pelajaran dari serangan mematikan sebelumnya terhadap gudang amunisi di Vyshneve, dekat Kyiv, pada bulan Juli lalu tidak menjadi bahan koreksi.

Investigasi terhadap insiden tersebut, yang menewaskan 22 orang dan menyebabkan kebakaran di rumah-rumah di sekitarnya, mengungkapkan kegagalan serius dari sebuah perusahaan milik negara yang tidak mematuhi peraturan tentang kedekatan bangunan tempat tinggal.

Lihat juga Video: CCTV Rekam Momen Wanita Nyaris Terkena Ledakan Drone Rusia di Kyiv

(rdp/knv)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini