Setelah berlayar selama sekitar 240 hari tanpa jeda panjang, kondisi kesehatan mental awak kapal induk USS Abraham Lincoln menjadi perhatian. Rutinitas panjang di tengah laut, jauh dari keluarga, serta tekanan tugas militer memengaruhi kondisi psikologis para awak.
Masalah kesehatan mental diketahui setelah Laksamana Brad Cooper, seperti dilansir Press TV, Rabu (19/8/2026), mengunjungi USS Abraham Lincoln pada Sabtu (15/8) waktu setempat. Cooper mengatakan bahwa kesejahteraan sekitar 5.000 personel di kapal induk itu menjadi prioritas bagi pihak yang bertanggung jawab atas kapal tersebut.
Dia mengakui berbagai kesulitan yang timbul akibat pengerahan berkepanjangan, dan menggambarkan tugas aktif dalam situasi seperti itu sebagai hal yang "sangat menantang dan berat".
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sudah lama meyakini bahwa kesehatan mental merupakan salah satu aspek kesehatan individu dan memerlukan perhatian kita, sama halnya dengan kesehatan fisik dan kesehatan spiritual," kata Cooper.
USS Abraham Lincoln diketahui tiba di Timur Tengah pada Januari lalu, dan sejak saat itu telah mendukung operasi militer AS terhadap Iran, termasuk blokade laut terhadap pelabuhan dan kapal Teheran.
Dalam laporan Military Times dan Stars & Stripes yang dirilis pekan lalu, kapal induk itu mengalami sejumlah, di antaranya kerusakan sistem saluran air, kendala sanitasi, kekurangan pasokan makanan segar, dan terbatasnya kesempatan bagi para pelaut untuk turun ke daratan.
Keluarga Militer AS Khawatir
Keluarga dari personel-personel militer AS yang ditugaskan di USS Abraham Lincoln telah menyatakan kekhawatiran mengenai kesehatan mental mereka. Sejumlah laporan mengindikasikan adanya personel yang mencoba melompat ke laut.
Kondisi di kapal induk tersebut menjadi sorotan di Washington DC. Sebanyak 13 anggota Komite Angkatan Bersenjata Senat AS dari Partai Demokrat menyurati Menteri Pertahanan Pete Hegseth untuk meminta penjelasan mengenai durasi pengerahan dan kondisi yang dihadapi para personel di kapal itu.
Hegseth menepis berbagai laporan mengenai kondisi buruk di kapal induk tersebut, dan menyebutnya sebagai sesuatu yang "digambarkan secara keliru". Sementara Trump mengabaikan kekhawatiran yang muncul dan ketika ditanya soal durasi pengerahan, dia menjawab: "Masih jauh dari kata cukup lama."
Baca juga: 5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini |










































