5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 26 Agu 2026 17:18 WIB
Antrean warga di salah satu SPBU di Teheran, Iran pada 25 Agustus 2026 (Foto: AFP)
Antrean warga di salah satu SPBU di Teheran, Iran pada 25 Agustus 2026 (Foto: AFP)
Jakarta -

Antrean panjang mengular terpantau di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) atau pom bensin di area Teheran, ibu kota Iran, pada Selasa (25/8) waktu setempat. Situasi ini terjadi menyusul langkah Amerika Serikat (AS) mengumumkan rentetan sanksi baru yang bertujuan untuk menekan Iran agar tunduk.

Washington beralih mengerahkan tekanan ekonomi, setelah perang yang berkecamuk enam bulan terakhir melawan Iran mengalami jalan buntu secara militer. Perundingan damai juga terhenti dan sebagian besar lalu lintas pelayaran melintasi Selat Hormuz, yang vital untuk pasokan energi global, terblokir.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Rabu (26/8/2026):

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

- Sebut Orang Melayu Kuno Bisa Terbang, Profesor Malaysia Dipecat

Seorang profesor di Universitas Islam Internasional Malaysia (IIUM) dipecat usai melontarkan klaim viral mengenai peradaban Melayu kuno. Salah satu klaim itu menyebutkan bahwa orang Melayu kuno bisa terbang dan mengajarkan "kungfu terbang" kepada orang-orang China.

Klaim semacam itu menuai cemoohan dari para sejarawan.

IIUM dalam pernyataannya, seperti dilansir The Star dan South China Morning Post (SCMP), Rabu (26/8/2026), mengumumkan bahwa Dr Solehah Yaacob telah diberhentikan dari tugas akademisnya sejak tanggal 27 April lalu, dan tidak lagi berhak mengklaim afiliasi apa pun dengan institusi tersebut.

- Dolly Parton Meninggal, Trump Perintahkan Kibarkan Bendera Setengah Tiang

Presiden Amerika Serikat Donald Trump memerintahkan pengibaran bendera setengah tiang untuk menghormati Dolly Parton, penyanyi country ikonik yang meninggal pada hari Selasa (25/8) di usia 80 tahun.

"Dengan sangat sedih saya melaporkan bahwa Dolly Parton, salah satu penyanyi Country terhebat, dan jauh melampaui itu, telah meninggal dunia," tulis Trump di Truth Social. "Ini adalah kehilangan besar bagi jutaan orang. Tidak pernah ada orang seperti dia, dan tidak akan pernah ada."

Trump menambahkan bahwa bendera akan dikibarkan setengah tiang mulai pukul 6 sore hari Selasa selama seminggu penuh.

- Tegang! Pesawat Rusia Masuki Zona Udaranya, Korsel Kerahkan Jet Tempur!

Tegang! Otoritas Korea Selatan (Korsel) mengerahkan jet-jet tempur sebagai respons terhadap pesawat-pesawat militer Rusia yang memasuki zona pertahanan udaranya. Ini merupakan insiden serupa kedua dalam beberapa minggu terakhir.

Hubungan antara kedua negara memburuk sejak Korea Selatan bergabung mendukung sanksi Barat setelah invasi Rusia ke Ukraina, dan sejak Moskow membangun hubungan yang lebih erat dengan Korea Utara.

Kementerian Pertahanan Korea Selatan mengatakan beberapa pesawat Rusia telah memasuki dan kemudian meninggalkan zona identifikasi pertahanan udaranya di atas Laut Timur, yang juga disebut Laut Jepang.

- Soal Deal Nuklir, Trump Ngotot Arab Saudi Harus Baikan dengan Israel

Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah mengirimkan rancangan perjanjian dengan Arab Saudi mengenai energi nuklir sipil kepada Kongres AS. Trump menegaskan bahwa perjanjian tersebut hanya akan berlaku, jika kerajaan tersebut menormalisasi hubungan dengan Israel.

Dilansir kantor berita Reuters, Rabu (26/8/2026), perjanjian tersebut, yang dicapai pada bulan Juli lalu, akan memungkinkan perusahaan-perusahaan AS untuk mengekspor teknologi nuklir sipil ke Saudi. Pakta tersebut, dikirim ke Kongres AS pada hari Senin lalu, menurut seorang pejabat pemerintahan AS yang menolak untuk disebutkan namanya kepada Reuters.

"Posisi presiden tidak berubah bahwa kesepakatan hanya akan berjalan jika Arab Saudi bergabung dengan Kesepakatan Abraham," kata seorang pejabat pemerintahan AS kepada Reuters, merujuk pada kesepakatan yang dimediasi AS antara Israel dan negara-negara Arab dan mayoritas Muslim untuk menormalisasi hubungan.

- Warga Iran Antre Beli BBM Usai AS Umumkan Sanksi Baru

Antrean panjang mengular terpantau di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) atau pom bensin di area Teheran, ibu kota Iran, pada Selasa (25/8) waktu setempat. Situasi ini terjadi menyusul langkah Amerika Serikat (AS) mengumumkan rentetan sanksi baru yang bertujuan untuk menekan Iran agar tunduk.

Washington beralih mengerahkan tekanan ekonomi, setelah perang yang berkecamuk enam bulan terakhir melawan Iran mengalami jalan buntu secara militer. Perundingan damai juga terhenti dan sebagian besar lalu lintas pelayaran melintasi Selat Hormuz, yang vital untuk pasokan energi global, terblokir.

Meskipun para pemimpin Iran menanggapi retorika keras AS dengan sikap acuh tak acuh, mengingat negara itu telah menghadapi sanksi selama beberapa dekade terakhir, namun sebagian warga Teheran khawatir akan merasakan dampaknya.

Simak juga video 'Disudutkan AS Lewat Sanksi Ekonomi, Iran: Insyaallah Mereka Akan Gagal':

Halaman 2 dari 2
(ita/ita)


Berita Terkait