Presiden Amerika Serikat Donald Trump memerintahkan pengibaran bendera setengah tiang untuk menghormati Dolly Parton, penyanyi country ikonik yang meninggal pada hari Selasa (25/8) di usia 80 tahun.
"Dengan sangat sedih saya melaporkan bahwa Dolly Parton, salah satu penyanyi Country terhebat, dan jauh melampaui itu, telah meninggal dunia," tulis Trump di Truth Social. "Ini adalah kehilangan besar bagi jutaan orang. Tidak pernah ada orang seperti dia, dan tidak akan pernah ada."
Trump menambahkan bahwa bendera akan dikibarkan setengah tiang mulai pukul 6 sore hari Selasa selama seminggu penuh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Beristirahatlah dengan tenang, Dolly!" tulis Trump dalam unggahannya. "Dunia mencintaimu," imbuhnya, dilansir Politico, Rabu (26/8/2026).
Dikutip dari USA Today, Parton meninggal di Vanderbilt-Ingram Cancer Center di Nashville setelah dirawat di sana sejak 21 Agustus. Namun, perwakilan Parton tidak mengungkapkan jenis kanker apa yang diidap Sang Legenda.
Kabar kematian Parton diumumkan pada 25 Agustus oleh keponakannya, Bryan Seaver, melalui media sosial, yang berbicara atas nama keluarga Parton dan Owens.
Diagnosis kanker ini memberikan konteks baru pada serangkaian masalah kesehatan yang menyebabkan Parton mengurangi beberapa penampilan publik selama setahun terakhir.
Setelah pengumuman kematiannya, Partai Republik dan Demokrat menyatakan dukungan yang besar, menyoroti dukungan yang hampir universal terhadap Parton - sebuah fenomena yang semakin langka pada saat begitu banyak ikon budaya menjadi bahan bakar perang budaya.
Ungkapan belasungkawa publik sebagian besar berfokus pada warisan filantropi dan musik Parton.
Lihat Video: Dolly Parton Meninggal, Trump Minta Bendera AS Dikibarkan Setengah Tiang










































