Dewan Perdamaian (Board of Peace) bentukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang mengawasi rencana perdamaian Gaza, memperingatkan kelompok Hamas agar tidak menerbangkan layang-layang. Hamas bereaksi marah atas peringatan tersebut.
Peringatan itu menyusul ancaman Israel melancarkan serangan balasan terhadap layang-layang yang diterbangkan dari Jalur Gaza ke wilayahnya.
"Segala aktivitas militan di Gaza harus dihentikan, termasuk menerbangkan layang-layang. Kami telah menyampaikan pesan ini secara langsung melalui mekanisme yang telah ditetapkan," kata seorang pejabat Dewan Perdamaian, yang enggan disebut namanya, seperti dilansir AFP, Rabu (26/8/2026).
"Israel juga harus mematuhi gencatan senjata. Tindakan militer tidak boleh melampaui batas respons terhadap ancaman nyata dan mendesak," tegas pejabat Dewan Perdamaian tersebut.
Sebelumnya, Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu memperingatkan Hamas pada Minggu (23/8) lalu, bahwa Israel akan meningkatkan operasi militer di Jalur Gaza, jika Hamas meluncurkan layang-layang, drone, atau balon.
Ancaman tersebut muncul setelah sejumlah layang-layang ditemukan melintasi perbatasan Gaza, menuju ke wilayah Israel bagian selatan -- kawasan yang warganya masih trauma akibat serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.
Peristiwa ini membangkitkan kembali ingatan akan layang-layang dan balon yang dipasangi muatan yang terbakar, yang pernah diluncurkan dari Jalur Gaza.
Layang-layang yang baru-baru ini ditemukan oleh Israel dinyatakan tidak membawa muatan peledak. Namun media lokal Israel melaporkan setidaknya ada satu layang-layang yang memuat pesan politis.
(nvc/ita)