Saling Gempur, Giliran Drone Ukraina Tewaskan 2 Anak di Rusia

Saling Gempur, Giliran Drone Ukraina Tewaskan 2 Anak di Rusia

Rita Uli Hutapea - detikNews
Sabtu, 22 Agu 2026 17:53 WIB
Ilustrasi drone Ukraina (Foto: REUTERS/Valentyn Ogirenko)
Ilustrasi drone Ukraina (Foto: REUTERS/Valentyn Ogirenko)
Jakarta -

Ukraina dan Rusia terus saling gempur. Serangan drone Ukraina pada hari Sabtu (22/8) menghantam sebuah rumah di Rusia selatan, menewaskan dua anak dan melukai orang tua mereka. Serangan drone ini dilakukan setelah serangan drone Rusia terhadap sebuah pusat perbelanjaan di Ukraina.

Pasukan Kyiv juga menyerang gudang pengecer e-commerce besar Ozon, memperluas serangannya terhadap sektor tersebut setelah sebulan serangan terhadap fasilitas milik raksasa online Rusia, Wildberries.

"Pagi ini, infrastruktur sipil dan bangunan tempat tinggal di distrik Yeysk diserang oleh drone," kata Veniamin Kondratyev, gubernur wilayah Krasnodar di Rusia selatan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Akibat serangan keji lainnya... Dua anak tewas, dan dua orang dewasa dirawat di rumah sakit," tambahnya, dilansir kantor berita AFP, Sabtu (22/8/2026).

Sementara itu, serangan drone Ukraina lainnya di wilayah Samara tengah menewaskan satu orang, kata gubernur setempat.

Sementara itu, serangan Rusia terbaru menewaskan dua orang semalam -- satu di Kyiv dan satu di Zaporizhzhia, dekat garis depan -- kata pejabat Ukraina.

Di kota kelahiran Presiden Volodymyr Zelensky, Kryvyi Rig, sembilan orang masih hilang setelah drone-drone Rusia menghantam pusat perbelanjaan yang ramai pada Jumat sore waktu setempat.

Enam belas orang telah dipastikan tewas dan lebih dari 100 orang terluka dalam serangan drone Rusia itu.

Drone-drone tersebut membakar pusat perbelanjaan itu dan membuat para korban yang berlumuran darah berlarian ke jalanan.

Serangan-serangan tersebut menandai eskalasi terbaru dalam konflik yang telah berlangsung selama empat setengah tahun.

PBB melaporkan bahwa jumlah korban sipil hingga saat ini telah meningkat ke level tertinggi sejak bulan-bulan pertama perang.

Kyiv telah berulang kali meminta dukungan tambahan dari sekutu-sekutunya karena Rusia meningkatkan serangannya, sementara pasukan Ukraina kesulitan mencegat rentetan rudal balistik Rusia.

Para pemimpin dari negara-negara sekutu Ukraina akan mengadakan pembicaraan pada hari Senin mendatang - hari kemerdekaan Ukraina - untuk membahas dukungan mereka terhadap negara tersebut.

Tonton juga video "Kereta di Ukraina Terbakar Diserang Drone Rusia, Penumpang Dievakuasi"

Halaman 2 dari 2
(ita/ita)


Berita Terkait