Serangan Drone Rusia Hantam Mal Ukraina, 16 Orang Tewas

Serangan Drone Rusia Hantam Mal Ukraina, 16 Orang Tewas

Rita Uli Hutapea - detikNews
Sabtu, 22 Agu 2026 11:42 WIB
Serangan drone Rusia di Ukraina (Foto: REUTERS/Vladyslav Sodel)
Serangan drone Rusia di Ukraina (Foto: REUTERS/Vladyslav Sodel)
Jakarta -

Drone-drone Rusia menghantam sebuah pusat perbelanjaan yang ramai di Ukraina timur, menewaskan 16 orang.

Serangan pada hari Jumat (21/8) itu terjadi di Kryvyi Rig, kota kelahiran Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, ketika Rusia meningkatkan gempuran ke kota-kota Ukraina dalam beberapa bulan terakhir.

Empat orang lagi, termasuk tiga anak di bawah umur, tewas dalam serangan lain di wilayah Mykolaiv, Ukraina selatan, tulis Menteri Dalam Negeri Ukraina Ivan Vygivsky di Telegram, dilansir kantor berita AFP, Sabtu (22/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Video di media sosial tentang insiden di Kryvyi Rig menunjukkan para penyelamat bergegas menolong para korban luka, sementara asap mengepul keluar dari gedung mal.

Sebuah drone kedua menghantam atap gedung mal tersebut sekitar setengah jam setelah serangan yang pertama.

Layanan darurat Ukraina awalnya mengatakan serangan itu telah menewaskan 15 orang, melukai 130 orang lainnya, 23 orang di antaranya anak-anak.

Oleksandr Ganzha, kepala administrasi militer regional Dnipropetrovsk, kemudian mengunggah di Telegram bahwa "jumlah korban tewas akibat serangan musuh telah meningkat menjadi 16".

Dalam unggahannya di media sosial X, Zelensky mengutuk "serangan yang benar-benar tercela... yang dilakukan oleh Rusia terhadap pusat perbelanjaan biasa".

Kryvyi Rig, sebuah kota industri yang berjarak sekitar 60 kilometer (37 mil) dari garis depan, telah berulang kali menjadi sasaran serangan Rusia sepanjang perang.

Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melaporkan bahwa jumlah korban tewas sipil pada tahun 2026 telah meningkat ke level tertinggi sejak bulan-bulan pertama perang Rusia melawan Ukraina.

Negara-negara sekutu Ukraina akan bertemu pada hari Senin mendatang untuk menegaskan kembali dukungan mereka untuk Kyiv, dalam pembicaraan yang diadakan pada hari kemerdekaan negara tersebut.

Pertemuan yang disebut Koalisi Sukarelawan itu akan dipimpin bersama oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron -- yang bergabung melalui tautan video -- Kanselir Jerman Friedrich Merz dan Perdana Menteri Inggris yang baru, Andy Burnham.

Sekitar 10 pemimpin termasuk kepala Dewan Eropa Antonio Costa akan berada di Kyiv, ibu kota Ukraina untuk pertemuan koalisi tersebut, menurut seorang pejabat Uni Eropa.

Tonton juga video "Kereta di Ukraina Terbakar Diserang Drone Rusia, Penumpang Dievakuasi"

Halaman 2 dari 2
(ita/ita)


Berita Terkait