Dokter Amerika Ungkap Kengerian di Gaza Akibat Perang

Dokter Amerika Ungkap Kengerian di Gaza Akibat Perang

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 19 Agu 2026 15:42 WIB
Kehancuran di Gaza akibat serangan Israel (Foto: REUTERS/Ramadan Abed)
Kehancuran di Gaza akibat serangan Israel (Foto: REUTERS/Ramadan Abed)
Gaza City -

Kengerian perang Gaza diungkapkan oleh tiga dokter asal Amerika Serikat yang bertugas di rumah sakit yang ada di daerah kantong Palestina tersebut. Kengerian itu diangkat dalam sebuah film dokumenter berjudul "American Doctor".

Salah satunya adalah Mark Perlmutter yang merupakan seorang dokter Yahudi AS yang telah berpengalaman menangani pasien korban bencana alam dan konflik di 30 negara, termasuk di Israel. Meski demikian, tidak ada yang bisa mempersiapkan diri Perlmutter dalam menghadapi kengerian yang dia saksikan langsung di tengah gempuran Israel di Jalur Gaza.

Penderitaan yang disaksikan Perlmutter bersama rekan-rekan dokter lainnya di rumah sakit Gaza sejak Israel melancarkan gelombang serangan terhadap Hamas pada Oktober 2023, seperti dilansir AFP, Rabu (19/8/2026), merupakan inti dari film dokumenter tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"American Doctor" tayang perdana di Sundance Film Festival dan akan mulai diputar bioskop-bioskop pilihan di AS pada Jumat (21/8) mendatang.

Sutradara Poh Si Teng, yang sebelumnya bekerja sebagai jurnalis visual untuk AFP dan berbagai media lainnya, tidak berupaya membahas benar atau salahnya konflik tersebut, melainkan berfokus pada kiprah tiga dokter Amerika dari latar belakang berbeda tersebut.

Perlmutter merupakan seorang Yahudi, Thaer Ahmad adalah Muslim keturunan Palestina, dan Feroze Sidhwa merupakan anak dari orang tua penganut Zoroastrianisme.

Menentukan apa yang akan ditampilkan di layar menjadi tantangan tersendiri bagi Teng. Dia mengatakan bahwa dirinya ingin menyampaikan "kebenaran secara efektif" soal Gaza.

Film dokumenter ini bermula dari dilema tersebut, ketika Teng merasa bahwa menampilkan foto anak-anak yang tewas akan melanggar martabat mereka. Permutter menyampaikan argumen bahwa kewajiban mereka adalah memperlihatkan kepada rakyat Amerika soal apa yang telah dibiayai oleh uang pajak mereka.

"Israel-lah yang merenggut martabat mereka," kata Perlmutter. "Anda tidak menghormati martabat mereka jika tidak membiarkan kenangan dan jenazah mereka menceritakan kisah tentang trauma dan genosida ini," ucapnya kepada Teng.

Bagi ketiga dokter AS itu, keharusan untuk terus-terusan mengingatkan "urgensi" situasi di Gaza dalam wawancara media atau pertemuan dengan anggota Kongres menjadi hal yang membuat frustrasi.

Teng sendiri mengakui bahwa dirinya sering menghadapi penolakan, dan terkadang sulit mendapatkan dana untuk proyeknya karena para donatur enggan memberikan uang tunai untuk proyek yang menunjukkan kerusakan yang disebabkan oleh amunisi Israel yang didanai As.

Namun, Teng merasa momen tersebut sedang mengarah ke perubahan, dan dia berharap "American Doctor" dapat lebih jauh mengubah narasi tersebut.

Harapan serupa juga disampaikan Perlmutter. "Longsoran kebenaran dimulai dengan kepingan salju," cetus dokter Yahudi tersebut.

Lihat juga Video: Tepi Barat di Titik Kritis, Kekerasan Terus Meningkat

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini