PBB Temukan Berton-ton Material Nuklir di Suriah, Peninggalan Assad?

PBB Temukan Berton-ton Material Nuklir di Suriah, Peninggalan Assad?

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 19 Agu 2026 11:31 WIB
Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi (dok. REUTERS/Eduardo Munoz)
Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi (dok. REUTERS/Eduardo Munoz)
Damaskus -

Kepala badan pengawas nuklir Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Badan Energi Atom Internasional (IAEA), mengumumkan bahwa para pemeriksa mereka telah menemukan beberapa ton material nuklir di sejumlah lokasi di wilayah Suriah.

Salah satu lokasi temuan material nuklir itu, seperti dilansir Al Arabiya, Rabu (19/8/2026), telah dilaporkan oleh pemerintah baru Suriah kepada IAEA bulan lalu.

Pengumuman ini disampaikan di tengah komitmen pemerintah baru Suriah untuk bekerja sama dengan badan pengawas PBB tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Para diplomat senior Suriah mengatakan bahwa Damaskus tetap berminat mengembangkan program nuklir untuk tujuan damai, dan berniat menempatkan seluruh material nuklir dalam penguasaannya di bawah pengamanan internasional.

Di bawah mantan Presiden Bashar al-Assad, Suriah diyakini menjalankan program nuklir ekstensif yang tidak dideklarasikan secara resmi. Salah satunya diduga berupa reaktor nuklir yang dibangun oleh Korea Utara (Korut) di area Provinsi Deir al-Zor, wilayah timur Suriah.

Selama masa pemerintahan Assad, Suriah memang mengizinkan para pemeriksa IAEA mengunjungi beberapa lokasi.

Namun di bawah kepemimpinan Presiden baru Suriah, Ahmed al-Sharaa, negara tersebut berjanji untuk bekerja sama sepenuhnya dengan badan pengawas PBB dan memberikan akses bagi para pemeriksa IAEA ke lokasi-lokasi yang dicurigai terkait aktivitas nuklir.

"Saya dan tim saya telah berada di lokasi Deir al-Zor, tempat dilakukannya pekerjaan penggalian dan eksploasi yang sangat menyeluruh saat ini," ujar Direktur Jenderal IAEA, Rafael Mariano Grossi, dalam konferensi pers terbaru di Damaskus, ibu kota Suriah.

Grossi mengatakan bahwa satu lokasi lainnya yang menyimpan material nuklir juga telah ditemukan. Namun dia tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Dalam konferensi pers tersebut, Grossi menyatakan bahwa kerja sama dari pemerintah Suriah memiliki "arti yang sangat penting".

"Kita berbicara tentang beberapa ton material nuklir yang bisa disalahgunakan, dan Suriah telah memutuskan untuk membuka lokasi ini bagi para pemeriksa IAEA. Keberadaan material ini akan didata dan dimasukkan ke dalam sistem pengamanan internasional," ucapnya.

Suriah di bawah pemerintahan barunya telah menyatakan niat untuk mengembangkan energi nuklir.

Lokasi di Deir al-Zor baru diketahui publik setelah Israel melancarkan rentetan serangan udara pada tahun 2007 yang menghancurkan fasilitas tersebut. Rezim Assad yang berkuasa pada saat itu, kemudian meratakan lokasi tersebut dan tidak pernah memberikan tanggapan menyeluruh terhadap pertanyaan IAEA soal lokasi itu.

Namun pada tahun 2024, sebelum rezim Assad digulingkan pada Desember tahun itu, para pemeriksa IAEA mengambil sampel di tiga lokasi di Suriah. Kemudian pada tahun 2025, IAEA menyatakan bahwa mereka telah menemukan jejak uranium di salah satu lokasi tersebut.

Lihat juga Video: Eks Presiden Suriah Bashar al-Assad Resmi Divonis Mati!

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini