Para pemimpin Hamas bertemu dengan utusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Jared Kushner di Mesir. Pertemuan pada hari Minggu (16/8) waktu setempat tersebut untuk membahas implementasi rencana damai Gaza yang ditolak oleh Israel.
Dilansir kantor berita AFP, Senin (17/8/2026), menurut sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut, dalam pertemuan itu, Hamas menegaskan kembali komitmennya terhadap kesepakatan tersebut, sementara menantu Trump, Kushner mendesak perlucutan senjata dan mengakhiri peran Hamas di masa depan dalam mengelola Gaza.
Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Senin (17/8/2026):
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Indonesia dan 7 Negara Muslim Kutuk Penolakan Israel Atas Rencana Gaza
Para menteri luar negeri Indonesia dan tujuh negara Muslim lainnya, termasuk Arab Saudi, mengutuk penolakan Israel terhadap peta jalan (road map) yang baru-baru ini dirilis untuk sepenuhnya menerapkan rencana perdamaian Gaza usulan Presiden AS Donald Trump.
Dilansir kantor berita AFP, Senin (17/8/2026), para diplomat utama Arab Saudi, Mesir, Yordania, Pakistan, Indonesia, Turki, Qatar, dan Uni Emirat Arab mengatakan dalam pernyataan bersama, bahwa mereka "mengutuk penolakan Israel yang dinyatakan terhadap Peta Jalan dan terhadap negara Palestina, menuduhnya merusak implementasi rencana tersebut dan upaya yang dilakukan untuk mencapai perdamaian yang adil dan abadi."
- Ukraina-Rusia Terus Saling Serang, 19 Orang Tewas
Ukraina dan Rusia terus saling serang. Serangan udara menewaskan 19 orang di Rusia dan Ukraina, seiring gelombang drone dan rudal menghantam infrastruktur sipil di kedua negara.
Di Rusia, rentetan serangan drone Ukraina menewaskan lima orang di daerah pemukiman di wilayah Rostov, Rusia selatan, kata gubernur regional Yuri Slusar.
Tiga orang lagi tewas di wilayah Belgorod, Kursk, dan Moskow, bersama dengan empat orang lainnya di bagian Ukraina yang diduduki Rusia.
- Iran Umumkan Hadiah Rp 534 Juta untuk Bunuh atau Tangkap Tentara AS
Militer Iran mengumumkan hadiah uang setara dengan US$30.000 (setara Rp 534 juta) untuk membunuh atau menangkap tentara Amerika Serikat. Bahkan hadiah tersebut akan digandakan jika dilakukan oleh seorang wanita.
Kepala Angkatan Darat Iran Amir Hatami mengatakan rencana tersebut telah disusun setelah "sejumlah besar permintaan" untuk berpartisipasi, menurut kantor berita pemerintah Iran, IRNA.
Tidak ada pengerahan pasukan darat AS yang diketahui di Iran selama perang Timur Tengah, kecuali misi penyelamatan pada bulan April untuk seorang pilot Amerika yang pesawatnya jatuh.
- Tegang, Drone Iran Hantam Kantor PM Kurdistan Irak
Dua drone Iran menargetkan kantor perdana menteri (PM) Kurdistan Irak dan rumah kepala intelijen wilayah otonom tersebut.
"Setelah penyelidikan oleh Unit Kontra-Terorisme Kurdistan, kantor pribadi saya dan rumah kepala Badan Keamanan dan Intelijen menjadi sasaran serangan drone Iran hari ini," kata Perdana Menteri Kurdistan Masrour Barzani, dalam sebuah unggahan di media sosial X.
"Ini adalah eskalasi yang berbahaya dan ancaman langsung terhadap keamanan dan stabilitas wilayah Kurdistan," imbuhnya, dilansir kantor berita AFP, Senin (17/8/2026).
- Hamas Bertemu Menantu Trump Bahas Rencana Gaza yang Ditolak Israel
Para pemimpin Hamas bertemu dengan utusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Jared Kushner di Mesir. Pertemuan pada hari Minggu (16/8) waktu setempat tersebut untuk membahas implementasi rencana damai Gaza yang ditolak oleh Israel.
Dilansir kantor berita AFP, Senin (17/8/2026), menurut sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut, dalam pertemuan itu, Hamas menegaskan kembali komitmennya terhadap kesepakatan tersebut, sementara menantu Trump, Kushner mendesak perlucutan senjata dan mengakhiri peran Hamas di masa depan dalam mengelola Gaza.










































