Serangan Israel kembali menghantam wilayah Lebanon bagian selatan pada Sabtu (15/8) dini hari waktu setempat. Sedikitnya tujuh orang tewas dan tiga orang lainnya luka-luka akibat gempuran terbaru militer Tel Aviv tersebut.
Itu menjadi korban jiwa terbanyak sejak kesepakatan yang tercapai pada Juni lalu sempat meredakan ketegangan antara Israel dan kelompok Hizbullah, yang bermarkas di Lebanon bagian selatan.
Kantor berita resmi Lebanon, National News Agency (NNA), seperti dilansir AFP, Sabtu (15/8/2026), melaporkan bahwa Israel "meningkatkan serangan di wilayah selatan" pada Sabtu (15/8) dini hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Disebutkan NNA bahwa "serangan dilancarkan oleh sejumlah pesawat tempur musuh terhadap sebuah rumah" di area pinggiran desa Ansar.
"Menewaskan tujuh orang dan melukai tiga orang lainnya," sebut NNA dalam laporannya.
NNA melaporkan bahwa serangan itu menghancurkan rumah di area tersebut, dan tim penyelamat sedang mengevakuasi puing-puing serta membawa para korban ke rumah sakit.
Laporan NNA juga menyebutkan bahwa: "Pesawat tempur Israel melancarkan serangkaian serangan udara yang menargetkan punggung bukit Ali al-Taher".
Ali al-Taher merupakan area bukit strategis yang menghadap ke wilayah Nabatieh. NNA melaporkan adanya serangan artileri Israel di lokasi tersebut. Militer Israel sebelumnya menyatakan bahwa para petempur Hizbullah bersembunyi di dalam "infrastruktur teror bawah tanah" di area punggung bukit Ali al-Taher.
NNA menambahkan bahwa "lembah di antara Ansar dan Zarariyeh juga menjadi target serangan".
"Ini merupakan serangan pertama yang menjangkau wilayah sedalam itu sejak gencatan senjata dua bulan lalu," sebut NNA dalam laporannya.
Hizbullah menyeret Lebanon ke dalam konflik Timur Tengah, dengan melancarkan serangan roket ke Israel pada awal Maret lalu sebagai bentuk dukungan terhadap pendukung utamanya, Iran.
Israel membalas dengan gelombang serangan udara dan invasi darat terhadap Lebanon, yang menurut otoritas Beirut, telah menewaskan lebih dari 4.300 orang.
Tingkat kekerasan menurun secara signifikan sejak nota kesepahaman diteken oleh Iran dan Amerika Serikat (AS) pada Juni lalu, serta kesepakatan kerangka kerja antara Israel dan Lebanon, yang dimediasi Washington, yang dicapai pada akhir bulan sama.
Namun, Lebanon masih melaporkan adanya serangan sporadis dari Israel yang sesekali memicu korban jiwa, dan penghancuran besar-besaran bangunan sipil di desa dan kota-kota di wilayah selatan negara tersebut.










































