Israel Gempur Lebanon Selatan, Tuduh Hizbullah Langgar Gencatan Senjata

Israel Gempur Lebanon Selatan, Tuduh Hizbullah Langgar Gencatan Senjata

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Rabu, 05 Agu 2026 21:01 WIB
A photograph taken from the southern Lebanese village of Zawtar al-Gharbiyah, one of the first pilot zones, shows Israeli soldiers standing on the roof of a residential building in the nearby village of Zawtar al-Charkiyah, on August 4, 2026. Lebanon
Kondisi di Lebanon (Foto: AFP/AMMAR AMMAR)
Jakarta -

Militer Israel mulai menyerang sejumlah target di Lebanon selatan. Israel menuduh Hizbullah yang didukung oleh Iran melakukan pelanggaran terhadap gencatan senjata.

Dilansir AFP dan Al Jazeera, Rabu (5/8/2026), serangan ini dilancarkan saat Israel dan Lebanon sedang melakukan pembicaraan di Roma, Italia.

"Sebagai tanggapan atas pelanggaran mencolok terhadap gencatan senjata oleh organisasi Hizbullah, IDF telah mulai melancarkan serangan presisi di Lebanon selatan," demikian pernyataan militer tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Serangan dilakukan tak lama setelah Israel meminta warga untuk mengungsi dari sebuah desa di wilayah tersebut.

"Mengingat pelanggaran yang dilakukan Hizbullah terhadap perjanjian gencatan senjata. Pasukan Pertahanan Israel terpaksa bertindak. Demi keselamatan Anda, Anda harus segera mengevakuasi diri dari rumah Anda dan bergerak ke utara," tulis juru bicara berbahasa Arab Ella Waweya di X, ditujukan kepada penduduk Al-Mansouri.

Sementara itu, laporan reporter Al Jazeera, Zeina Khodr, dari Nabatieh, sebuah alat peledak meledak di desa Majdel Zoun yang diduduki Israel. Ledakan ini melukai tentara Israel.

Media Israel telah menayangkan rekaman helikopter yang mendarat di Rumah Sakit Rambam setelah insiden tersebut.

Lihat juga Video Kota di Lebanon Luluh Lantak Diserang Israel Meski Gencatan Senjata

(lir/fas)


Berita Terkait