5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

Rita Uli Hutapea - detikNews
Kamis, 13 Agu 2026 17:14 WIB
Kapal induk Amerika Serikat USS Abraham Lincoln (Foto: Reuters)
Kapal induk Amerika Serikat USS Abraham Lincoln (Foto: Reuters)
Jakarta -

Sejumlah anggota Kongres Amerika Serikat dari Partai Demokrat menuntut penyelidikan tentang kondisi di atas kapal induk USS Abraham Lincoln. Kapal induk ini menjadi salah satu kapal induk canggih AS yang dikerahkan selama perang melawan Iran berkecamuk.

Hal ini disampaikan menyusul laporan tentang kekurangan makanan, kerusakan pipa, dan krisis kesehatan mental selama penugasan kapal induk yang memecahkan rekor terlama tersebut.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Kamis (13/8/2026):

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

- Jubir Gedung Putih Tiba-tiba Mundur, Ada Apa?

Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt akan mengundurkan diri dari jabatannya pada akhir bulan ini. Hal ini diumumkan langsung oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada hari Rabu (12/8) waktu setempat.

Leavitt, yang oleh Trump disebut sebagai salah satu "asistennya yang paling terpercaya", akan meninggalkan jabatannya sebagai Sekretaris Pers Gedung Putih untuk menghabiskan waktu bersama anak-anak dan keluarganya. "Keputusan yang sepenuhnya saya pahami dan hormati," tulis Trump dalam sebuah unggahan di media sosial.

"Karoline sekarang akan menjadi salah satu penasihat luar utama saya, dan suara yang berpengaruh di dalam Partai Republik," imbuh Trump, dilansir Reuters, Kamis (13/8/2026).

- Putin Kunjungi Kepulauan Kuril, Jepang Murka!

Presiden Rusia Vladimir Putin mengunjungi Kepulauan Kuril untuk pertama kalinya pada hari Kamis (13/8). Kunjungan ke pulau sengketa ini sontak memicu protes keras dari Jepang yang juga mengklaim wilayah tersebut.

Hubungan Rusia-Jepang telah lama dihantui oleh ketegangan atas kepulauan yang diperebutkan itu, yang dikenal di Jepang sebagai Wilayah Utara dan direbut oleh Uni Soviet pada tahun 1945.

Kremlin memposting video Putin di Kepulauan Kuril, dengan media Rusia mengatakan bahwa ia mengunjungi pabrik pengolahan ikan di mana ia diberi kaviar.

- Ancaman Rudal Panggul Iran Bikin Trump Ganti Pesawat Tinggalkan Turki

Muncul informasi lebih detail seputar penyebab Presiden Amerika Serikat Donald Trump berganti pesawat saat meninggalkan Turki bulan lalu. Menurut sebuah sumber yang mengetahui masalah tersebut, ancaman bahwa pesawat kepresidenan Air Force One bisa menjadi target rudal panggul Iran, mendorong Dinas Rahasia AS untuk secara diam-diam memindahkan Trump ke pesawat yang lebih kecil.

Rudal panggul atau dikenal sebagai MANPADS (Man-Portable Air Defense Systems) adalah sistem rudal ringan yang bisa dibawa dan ditembakkan oleh satu orang prajurit untuk menghancurkan target.

Ancaman tersebut muncul pada hari terakhir kunjungan Trump ke Ankara, Turki untuk menghadiri KTT NATO di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran, kata sumber tersebut, dilansir kantor berita Reuters, Kamis (13/8/2026). Dinas Rahasia menganggap ancaman tersebut kredibel dan akan segera terjadi, sehingga mendorong operasi luar biasa untuk menyembunyikan pergerakan Trump.

- Puluhan Negara Ramai-ramai Kutuk Hukuman Mati di Iran

Lebih dari 30 negara, termasuk Prancis, Inggris, dan Kanada ramai-ramai mengutuk penggunaan hukuman mati oleh Iran. Dalam pernyataan bersama, puluhan negara tersebut menyatakan bahwa Teheran mengeksekusi mati para demonstran untuk "membungkam perbedaan pendapat."

Negara-negara tersebut, beserta kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, "mengutuk dengan sekeras-kerasnya eksekusi yang sedang berlangsung terhadap para pengunjuk rasa dan penggunaan hukuman mati oleh Iran".

"Penggunaan hukuman mati untuk membungkam perbedaan pendapat, mengintimidasi masyarakat, dan menghukum individu yang menjalankan hak asasi manusianya, tidak pernah dapat dibenarkan," demikian pernyataan bersama tersebut, dilansir kantor berita AFP, Kamis (13/8/2026).

- Senator AS Tuntut Penyelidikan Kondisi Kapal Induk USS Abraham Lincoln

Sejumlah anggota Kongres Amerika Serikat dari Partai Demokrat menuntut penyelidikan tentang kondisi di atas kapal induk USS Abraham Lincoln. Kapal induk ini menjadi salah satu kapal induk canggih AS yang dikerahkan selama perang melawan Iran berkecamuk.

Hal ini disampaikan menyusul laporan tentang kekurangan makanan, kerusakan pipa, dan krisis kesehatan mental selama penugasan kapal induk yang memecahkan rekor terlama tersebut.

Dilansir kantor berita AFP, Kamis (13/8/2026), dalam surat kepada Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth pada hari Rabu (12/8) waktu setempat, Senator Richard Blumenthal meminta Angkatan Laut untuk menjelaskan kondisi di atas kapal induk tersebut, yang "telah ditugaskan lebih dari 250 hari tanpa berlabuh selama lebih dari 200 hari, memecahkan rekor hari berturut-turut di laut."

Lihat juga Video: Terpopuler Sepekan: Ribuan WNI Bernama Tokoh Anime-Mutilasi di Depok

Halaman 3 dari 2
(ita/ita)


Berita Terkait