Eks Anggota Parlemen Thailand Tembak Mati Pejabat, Pemicunya Utang

Eks Anggota Parlemen Thailand Tembak Mati Pejabat, Pemicunya Utang

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 10 Agu 2026 17:33 WIB
Polisi forensik memeriksa lokasi penembakan di kompleks gedung pemerintah Provinsi Nonthaburi di Thailand (REUTERS/Arnun Chonmahatrakool)
Polisi forensik memeriksa lokasi penembakan di kompleks gedung pemerintah Provinsi Nonthaburi di Thailand (REUTERS/Arnun Chonmahatrakool)
Bangkok -

Seorang pejabat daerah Thailand tewas usai ditembak oleh seorang mantan anggota parlemen dalam insiden penembakan di pinggiran utara Bangkok, ibu kota Thailand. Penembakan di siang hari bolong pada Senin (10/8) ini, dipicu oleh sengketa utang. Korban dan pelaku telah saling mengenal sejak lama.

Insiden ini terjadi beberapa hari setelah penembakan mematikan di sebuah sekolah menengah yang ada di provinsi yang sama, yang memicu pertanyaan mengenai pengendalian senjata api di Thailand.

Chalong Riewrang, mantan anggota parlemen yang merupakan politisi ternama di Provinsi Nonthaburi, telah ditangkap oleh kepolisian terkait penembakan yang terjadi di luar gedung pemerintah setempat. Chalong juga telah mengakui perbuatannya saat diberi kesempatan berbicara kepada wartawan di kantor polisi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan didampingi sejumlah personel kepolisian setelah penangkapannya, seperti dilansir AFP, Senin (10/8/2026), Chalong mengatakan kepada wartawan bahwa dirinya sempat mencoba berbicara dengan korban, yang diidentifikasi sebagai pejabat daerah Thongchai Yenprasert, untuk menagih utang.

"Saya mengikuti dia ke mobilnya dan mengetuk kaca mobil sambil mengatakan ingin berbicara. Dia mengatakan tidak mau berbicara, jadi saya mengeluarkan pistol," tutur Chalong.

"Saya tidak berniat menembak, tetapi sopirnya mengeluarkan pistol dan mengarahkannya kepada saya, jadi saya pun melepaskan tembakan," ucapnya.

Tongchai, yang menjabat sebagai ketua administrasi pemerintah daerah Nonthaburi, dinyatakan meninggal dunia akibat luka-luka yang dideritanya. Direktur Rumah Sakit Phra Nang Klao, Sakon Sukprom, mengatakan bahwa Tongchai tertembak di bagian leher dan kehilangan banyak darah.

Sopir Tongchai juga tertembak dan mengalami luka di lengan kanannya, namun berhasil menjalani operasi.

Komandan Kepolisian Regional, Wattana Yeechin, mengatakan bahwa perselisihan yang terjadi sebelum penembakan itu terkait dengan utang beberapa juta Baht.

Laporan Bangkok Post menyebutkan bahwa Chalong mengatakan jika Tongchai menolak untuk membayar kembali uang sebesar 11 juta Baht (Rp 5,9 miliar), yang menurut Chalong, merupakan utang Tongchai kepada dirinya.

"Itu merupakan masalah pribadi. Menurut pengakuannya, masalahnya menyangkut uang yang dipinjam oleh sang ketua (Tongchai-red) darinya selama beberapa tahun, dan dia telah beberapa kali meminta uang itu dikembalikan," ujar Wattana dalam pernyataannya.

Chalong telah mengakui sebagai satu-satunya orang yang melepaskan tembakan dalam insiden tersebut. Namun, Wattana mengatakan bahwa "kedua belah pihak sama-sama membawa senjata api". Sebuah senjata api ditemukan di dalam kendaraan Tongchai, namun tidak sempat digunakan.

Rekaman CCTV di lokasi memperlihatkan hanya Chalong yang menembakkan senjatanya dari jarak dekat.

Gubernur Nonthaburi, Chestha Mosikarat, menambahkan bahwa pelaku dan korban sudah "berteman sejak lama" dan insiden tersebut kemungkinan bermula dari kesalahpahaman.

Simak juga Video Cerita Petugas Medis Sempat Beri CPR Pelaku Penembakan di Thailand

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)


Berita Terkait