×
Ad

Istri Netanyahu Dituduh Menghina dan Merendahkan Staf Rumah Tangga

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 10 Agu 2026 17:21 WIB
Sara Netanyahu (dok. Reuters)
Tel Aviv -

Sara Netanyahu, istri Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu, menghadapi serangkaian tuduhan terhadap para staf rumah tangga di kediamannya. Sara dituduh membentak, menghina, dan memperlakukan para staf dengan buruk selama lebih dari 25 tahun terakhir.

Rentetan tuduhan itu, seperti dilansir Anadolu Agency, Senin (10/8/2026), diungkapkan oleh surat kabar Israel, Yedioth Ahronoth, dalam laporannya yang merinci keluhan dan gugatan hukum dari para mantan staf, yang menuduh Sara memperlakukan mereka dengan buruk.

Yedioth Ahronoth menyatakan telah menelaah puluhan testimoni dan gugatan hukum yang diajukan oleh para mantan staf Netanyahu, dengan tuduhan yang berkisar dari pelecehan verbal dan penghinaan, hingga tuntutan kerja yang berlebihan.

Beberapa tuduhan tersebut berujung pada putusan pengadilan yang menetapkan pemberian kompensasi, sedangkan sejumlah kasus gugatan hukum lainnya diselesaikan di luar pengadilan atau ditolak oleh pengadilan.

Sara dan tim kuasa hukumnya berulang kali membantah tuduhan-tuduhan tersebut. Mereka menyebutnya sebagai bagian dari "kampanye media" dan upaya untuk memeras uang dari negara.

Salah satu tuduhan terbaru datang dari Yehiel Ohav Ami, yang berusia 61 tahun dan bekerja di kediaman PM Israel selama setahun terakhir. Ami mengakui bahwa dirinya "dibentak, dihina, dan dipermalukan, dan pernah diperintahkan untuk membersihkan lantai dapur sambil merangkak".

Dia juga mengatakan bahwa Sara mendoakan dirinya agar terkena kanker dan meninggal, serta menuding dirinya mengidap autisme sembari mengatakan: "Saya adalah psikiater nomor 1 di negara ini, dan saya tidak punya saingan."

Kantor Netanyahu menepis tuduhan-tuduhan itu dan menyebutnya sebagai "upaya lain untuk merekayasa pemerasan uang negara dengan cara mencemarkan nama baik istri Perdana Menteri". Sara juga menggugat Ami atas tuduhan memotret kediaman PM Israel secara ilegal dan melanggar privasinya.




(nvc/ita)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork