PM Kosovo Dilempar Telur di Sidang Parlemen, Diteriaki Memalukan!

PM Kosovo Dilempar Telur di Sidang Parlemen, Diteriaki Memalukan!

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 10 Agu 2026 14:51 WIB
Kosovar lawmaker Time Kadriaj throws an egg at Prime Minister Albin Kurti (not pictured) during a plenary session to elect the new speaker of the parliament, in Pristina, Kosovo, August 8, 2026. Kosovos parliament remains unconstituted. REUTERS/Vald
Momen anggota parlemen Kosovo, Time Kadrijaj, dari kubu oposisi melemparkan telur ke arah Plt PM Albin Kurti saat sidang parlemen (REUTERS/Valdrin Xhemaj)
Pristina -

Pelaksana Tugas (Plt) Perdana Menteri (PM) Kosovo, Albin Kurti, dilempar telur saat menghadiri sidang parlemen terbaru. Aksi tersebut dilakukan oleh salah satu anggota parlemen dari kubu oposisi, saat kebuntuan politik menyelimuti negara tersebut.

Insiden tersebut, seperti dilansir Reuters dan DW, Senin (10/8/2026), terjadi di ruang sidang parlemen Kosovo pada Sabtu (8/8) waktu setempat, ketika Kurti hadir untuk memberikan penjelasan mengenai tertundanya pengajuan calon ketua parlemen.

Plt PM Kosovo Albin Kurti saat berbicara dalam sidang parlemenPlt PM Kosovo Albin Kurti saat berbicara dalam sidang parlemen Foto: REUTERS/Valdrin Xhemaj

Dalam penjelasannya, Kurti mengatakan kepada parlemen bahwa dirinya memerlukan lebih banyak waktu untuk berunding dengan partai-partai lainnya sebelum mengajukan nama calon ketua parlemen, menyusul pemilu dini yang digelar pada Juni lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami belum mencapai kesepakatan politik. Oleh karena itu, demi menghindari pemilu baru, saya meminta tambahan waktu (untuk mengajukan nama Ketua Parlemen)," kata Kurti kepada para anggota parlemen Kosovo dari podium di ruang sidang parlemen.

Tiba-tiba salah satu anggota parlemen, yang diidentifikasi sebagai Time Kadrijaj, mengeluarkan telur dari dalam tasnya dan melemparkannya ke arah Kurti sembari berteriak: "Memalukan! Memalukan!"

Kadrijaj merupakan anggota parlemen dari Partai Aliansi untuk Masa Depan Kosovo (AAK) yang beraliran konservatif dan merupakan oposisi pemerintah Kosovo.

Imbas insiden ini, para anggota parlemen dari Partai Vetevendosje (VV) yang menaungi Kurti dan personel kepolisian yang bertugas segera turun tangan untuk mengamankan situasi.

Sidang parlemen pada Sabtu (8/8) waktu setempat pun ditangguhkan menyusul insiden pelemparan telur tersebut.

Anggota parlemen Kosovo, Time Kadrijaj, saat melemparkan telur ke arah Plt PM Albin Kurti saat sidang parlemenAnggota parlemen Kosovo, Time Kadrijaj, saat melemparkan telur ke arah Plt PM Albin Kurti saat sidang parlemen Foto: REUTERS/Valdrin Xhemaj

Tidak diketahui secara jelas apakah lemparan telur dari Kadrijaj itu tepat mengenai Kurti. Namun, dalam tanggapannya menyusul insiden itu, Kurti mengatakan bahwa dirinya rela mengalaminya jika itu merupakan konsekuensi dari sebuah dialog.

Insiden ini menyoroti kebuntuan politik yang menyelimuti negara kecil di kawasan Balkan tersebut selama hampir dua tahun terakhir. Negara ini telah menggelar tiga pemilu dari kurun waktu dua tahun.

Kurti, yang partainya memenangkan pemilu dini pada Juni lalu, hanya membutuhkan sedikit tambahan suara dari partai-partai minoritas kecil untuk bisa membentuk pemerintahan. Namun, dia tidak memiliki dukungan mayoritas dua pertiga parlemen yang menjadi syarat untuk memilih presiden.

Partai VV yang dipimpin Kurti, kini menguasai 58 kursi dari total 120 kursi dalam parlemen Kosovo. Partai VV sedang melakukan negosiasi dengan Liga Demokratik Kosovo (LDK), yang menguasai 18 kursi parlemen, dalam upaya mengamankan mayoritas pemerintahan dan memilih presiden dengan dukungan partai-partai minoritas etnis.

LDK bersikeras untuk memegang jabatan sebagai Presiden Kosovo sebagai bagian dari kesepakatan koalisi apa pun, namun sejauh ini Kurti menolak tuntutan itu.

Batas waktu konstitusional untuk memilih ketua parlemen telah berakhir pada Jumat (7/8) pekan lalu. Para anggota parlemen Kosovo dari kubu oposisi mengancam akan menempuh jalur hukum terkait permintaan Kurti untuk mendapatkan tambahan waktu guna melakukan negosiasi politik.

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)


Berita Terkait