Sedikitnya sembilan orang tewas setelah terowongan ambruk di proyek pembangkit listrik tenaga air yang sedang dibangun di India. Sebanyak 15 orang lainnya masih terjebak usai insiden di wilayah timur laut India yang terpencil itu.
Insiden itu terjadi pada hari Senin (20/7) di negara bagian Himalaya, Sikkim, tempat para pekerja sedang membangun terowongan untuk proyek pembangkit listrik tenaga air milik negara di sungai Teesta.
"Kami memperkirakan sekitar 25-27 orang terjebak," kata Rajiv Roka, direktur Otoritas Manajemen Bencana Negara Bagian Sikkim, dikutip kantor berita AFP, Selasa (21/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sembilan jenazah telah ditemukan," imbuhnya.
Ambruknya terowongan kemungkinan dipicu oleh ledakan, yang penyebabnya belum dipastikan.
Wilayah tersebut telah dilanda hujan lebat dalam beberapa hari terakhir.
Roka mengatakan pihak berwenang "tidak yakin apa yang menyebabkan ledakan karena berada jauh di dalam terowongan". Namun disebutkan bahwa "kemungkinan besar itu adalah bencana alam".
Para pejabat mengatakan bahwa gas metana beracun yang bocor dari formasi batuan bawah tanah telah menghambat upaya penyelamatan. Karenanya, hanya tim yang membawa peralatan oksigen yang dapat masuk.
"Operasi penyelamatan agresif sedang berlangsung, tetapi masalahnya adalah ada banyak gas di sana," kata Roka.
Sebuah tim khusus yang terlatih dalam kecelakaan pertambangan telah diterbangkan untuk membantu para penyelamat, tambahnya.
Kecelakaan di lokasi konstruksi infrastruktur besar sering terjadi di India. Namun, para ahli ekologi mengatakan proyek pembangunan yang berlebihan telah menyebabkan lebih banyak bencana di daerah Himalaya.
Sebelumnya pada tahun 2023, 41 pekerja diselamatkan setelah 17 hari terjebak di bawah terowongan jalan Himalaya yang runtuh di negara bagian Uttarakhand, India utara.
Lihat juga Video 'Banjir Bandang Terjang Kashmir, 19 orang tewas':










































