2 Tentaranya Tewas, Israel Kembali Gempur Lebanon Selatan

2 Tentaranya Tewas, Israel Kembali Gempur Lebanon Selatan

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 06 Agu 2026 17:36 WIB
Kepulan asap menjulang dari wilayah Nabatieh, Lebanon bagian selatan, yang digempur Israel pada Juni lalu saat gencatan senjata berlangsung (dok. AFP/ABBAS FAKIH)
Kepulan asap menjulang dari wilayah Nabatieh, Lebanon bagian selatan, yang digempur Israel pada Juni lalu saat gencatan senjata berlangsung (dok. AFP/ABBAS FAKIH)
Beirut -

Israel kembali menggempur wilayah Lebanon bagian selatan pada Kamis (6/8) waktu setempat, setelah melaporkan dua tentaranya tewas saat beroperasi di wilayah tersebut. Serangan terbaru Tel Aviv itu dilaporkan menewaskan sedikitnya satu orang di Lebanon.

Eskalasi kekerasan ini terjadi bersamaan dengan putaran perundingan terbaru antara Israel dan Lebanon, yang berlangsung di Roma, Italia, dengan dimediasi Amerika Serikat (AS).

Perundingan yang dimulai pada Selasa (4/8) itu diperkirakan berlangsung hingga Kamis (6/8). Perundingan ini digelar setelah kedua negara menyepakati pengaturan keamanan yang dimediasi oleh AS pada Juni lalu, yang dimaksudkan untuk meredakan ketegangan di sepanjang perbatasan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meskipun gencatan senjata diberlakukan, Israel menetapkan zona penyangga di Lebanon bagian selatan, di mana pasukannya terus beroperasi untuk memusnahkan apa yang mereka sebut sebagai ancaman kelompok Hizbullah terhadap perbatasan Israel.

Pada Rabu (5/8), Israel menuduh Hizbullah memaksanya bertindak dengan melanggar gencatan senjata. Tak lama kemudian, seperti dilansir Reuters dan AFP, Kamis (6/8/2026), militer Israel mengumumkan dua tentaranya tewas dan empat tentara lainnya luka-luka di Lebanon bagian selatan.

Itu menjadi kematian pertama di kalangan tentara Israel di Lebanon sejak 28 Juni lalu.

Laporan Army Radio Israel menyebutkan bahwa tentara-tentara itu tewas akibat ledakan di sebuah bangunan yang mereka masuki saat melakukan operasi penyisiran keamanan. Tidak diketahui secara jelas apakah peledak itu dipasang sebelum atau sesudah gencatan senjata.

Menyusul pengumuman tersebut, kantor berita Lebanon, National News Agency (NNA), melaporkan bahwa "musuh Israel meningkatkan serangannya" di distrik Tyre melalui "serangkaian serangan udara dan tembakan artileri" yang berlangsung dari Rabu (5/8) malam hingga Kamis (6/8) pagi.

Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan sedikitnya satu orang tewas dam 12 orang lainnya mengalami luka-luka akibat serangan Israel. NNA menambahkan bahwa empat orang luka-luka akibat rentetan serangan terbaru di kota Burj al-Shamali.

Halaman 2 dari 2
(nvc/idh)


Berita Terkait