Pasokan amunisi Amerika Serikat (AS) dilaporkan semakin menipis hingga ke level yang "mengkhawatirkan" akibat perang melawan Iran. Presiden AS Donald Trump membantah laporan tersebut. Dia menegaskan AS memiliki pasokan amunisi "jauh melebihi kebutuhan".
Para komandan senior militer AS, seperti dilansir Anadolu Agency dan Reuters, Rabu (5/8/2026), mengakui bahwa pasokan amunisi AS semakin menipis. Sedangkan sekutu-sekutu AS di kawasan Teluk menyuarakan kekhawatiran mengenai kekurangan sistem pertahanan udara.
Laporan media terkemuka AS, CNN, menyebutkan bahwa militer AS telah menggunakan hampir 80 persen dari stok rudal pencegat dan sekitar separuh dari rudal Patriot sejak perang dengan Iran dimulai pada akhir Februari lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengutip sumber-sumber yang mengetahui masalah tersebut dan berdasarkan penilaian inventaris terkini, CNN melaporkan bahwa para komandan senior AS secara pribadi menggambarkan cadangan amunisi keseluruhan Pentagon berada pada tingkat yang "sangat rendah hingga level berbahaya".
Disebutkan juga bahwa kekurangan pasokan sistem Terminal High Altitude Area Defense (THAAD), yang sebelumnya tidak dilaporkan, semakin menambah kekhawatiran yang sudah ada terkait pasokan rudal Patriot.
Menurut laporan tersebut, Center for Strategic and International Studies (CSIS) memperkirakan bahwa sebelum perang meletus, Washington memiliki sekitar 2.200 unit varian rudal Patriot paling modern dan 452 rudal THAAD.
Negara-negara Teluk yang bergantung pada sistem pertahanan udara pasokan AS, sebut laporan CNN itu, telah memperingatkan bahwa kekurangan tersebut dapat melemahkan kemampuan mereka dalam mencegat rudal dan drone Iran, terutama jika mereka menghadapi serangan balasan menyusul serangan AS.
Laporan serupa dari Reuters, yang mengutip tiga sumber yang mengetahui data itu, menyebutkan bahwa militer AS telah menggunakan sebagian besar pasokan rudal jarak jauh akurasi tinggi selama perang lima bulan melawan Iran.
Rudal jarak jauh yang dimaksud mencakup rudal darat-ke-darat jenis Army Tactical Missile Systems (ATACMS) dan Precision Strike Missiles (PrSM). Menurut dua sumber yang dikutip Reuters, AS telah menggunakan "hampir semua" persenjataan tersebut.
Menipisnya pasokan rudal presisi jarak jauh secara drastis itu berarti Trump mungkin harus lebih mengandalkan misi pengeboman berawak yang lebih berisiko, jika dia kembali melancarkan serangan berskala besar terhadap Iran.
Trump Bantah Pasokan Amunisi AS Menipis!
Saat diminta tanggapan mengenai laporan menipisnya pasokan amunisi AS tersebut, Gedung Putih merilis pernyataan dari Trump yang menyampaikan bantahan.
Dalam pernyataannya, Trump menegaskan bahwa AS memiliki "jauh lebih banyak amunisi dibandingkan pihak mana pun di dunia" dan "jauh melebihi kebutuhan kita".
"Saat ini, perusahaan-perusahaan pertahanan kita memproduksi amunisi dalam jumlah yang belum pernah terjadi sebelumnya, sekaligus memperluas pabrik dan peralatan mereka hingga mencapai tingkat rekor," kata Presiden AS tersebut.










































