Bersiap Hadapi Invasi China, Taiwan Gelar Latihan Perang Terbesar

Bersiap Hadapi Invasi China, Taiwan Gelar Latihan Perang Terbesar

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 05 Agu 2026 14:48 WIB
Militer Taiwan menggelar latihan militer tahunan berskala besar bertajuk Han Kuang. Presiden Taiwan Lai Ching-te turut hadir dalam kegiatan tersebut untuk meninjau langsung kesiapan pasukan. (REUTERS/Ann Wang)
Militer Taiwan menggelar latihan militer tahunan berskala besar bertajuk Han Kuang. Presiden Taiwan Lai Ching-te turut hadir dalam kegiatan tersebut untuk meninjau langsung kesiapan pasukan. (REUTERS/Ann Wang)
Jakarta -

Latihan militer terbesar Taiwan tahun ini dimulai pada hari Rabu (5/8), seiring pulau itu berupaya mempersiapkan penduduknya untuk menghadapi kemungkinan invasi China.

Dilansir kantor berita AFP, Rabu (5/8/2026), para pejabat pertahanan Taiwan mengatakan, latihan tahunan "Han Kuang" ini menampilkan skenario pertempuran bagi pasukan dan pasukan cadangan untuk berlatih menanggapi serangan di pulau itu. Latihan perang ini berlangsung dari tanggal 5 hingga 14 Agustus ini.

Warga sipil juga akan diuji kemampuannya selama latihan yang mencakup perlambatan sementara kecepatan internet seluler serta latihan serangan udara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bagian penting dari latihan Han Kuang tahun ini adalah desentralisasi komando dan kendali untuk memungkinkan komandan dan perwira di medan perang membuat keputusan operasional, tanpa menunggu perintah.

Diketahui bahwa China mengklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya, dan telah mengancam akan menggunakan kekerasan untuk merebut pulau berpenduduk 23 juta jiwa itu.

Beijing telah meningkatkan tekanan militer terhadap Taiwan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satunya dengan mengerahkan jet tempur dan kapal perang di sekitar pulau itu hampir setiap hari dan melakukan latihan militer skala besar.

Otorita penjaga pantai China juga telah meningkatkan aktivitas zona abu-abunya -- tindakan yang tidak sampai pada perang -- di sekitar Taiwan dan pulau-pulau terluarnya.

Pada hari Rabu (5/8), puluhan pasukan cadangan menyebar di sepanjang pantai yang menghadap Selat Taiwan dan menembakkan senapan serbu buatan Taiwan ke sasaran di pantai, tempat pasukan China dapat mendarat selama invasi.

"Seiring dengan terus meluasnya otoritarianisme CCP (Partai Komunis China), teror merah juga menyebar ke setiap sudut dunia," kata Presiden Taiwan Lai Ching-te dalam sebuah forum keamanan menjelang latihan militer tersebut.

"Kami akan terus meningkatkan pertahanan nasional kami dan membangun pertahanan dan ketahanan seluruh masyarakat," katanya.

Taiwan telah meningkatkan pengeluaran pertahanan dan memperoleh persenjataan yang lebih kecil dan lebih lincah, termasuk drone, untuk memungkinkan militernya melakukan perang asimetris melawan China.

Tonton juga video "Warga Taiwan Borong Kebutuhan Pokok Jelang Kedatangan Topan Bavi"

Halaman 3 dari 2
(ita/ita)


Berita Terkait