Trump Ultimatum Iran: Ini Kesempatan Terakhir Sebelum 'Pemenggalan'!

Trump Ultimatum Iran: Ini Kesempatan Terakhir Sebelum 'Pemenggalan'!

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 04 Agu 2026 10:20 WIB
Presiden AS Donald Trump (dok. REUTERS/Umit Bektas)
Presiden AS Donald Trump (dok. REUTERS/Umit Bektas)
Washington DC -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa dirinya ingin memberikan kesempatan terakhir kepada Iran, sebelum melakukan apa yang disebutnya sebagai "pemenggalan". Trump pun kembali mengklaim negosiasi sedang "berlangsung", meskipun telah dibantah oleh Teheran.

Saat berbicara kepada wartawan di Ruang Oval Gedung Putih pada Senin (3/8) waktu setempat, seperti dilansir Anadolu Agency, Selasa (4/8/2026), Trump kembali mengklaim bahwa Iran yang meminta dilanjutkannya negosiasi dengan AS.

"Iran tidak ingin diserang, dan mereka bilang ingin berdialog. Kami sedang berdialog atas permintaan Iran, yang didukung oleh Arab Saudi, UEA (Uni Emirat Arab), dan khususnya Qatar, serta pihak-pihak lain juga," kata Trump dalam pernyataannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini kesempatan terakhir bagi mereka untuk menandatangani dokumen yang bagus," sebutnya.

"Saya ingin memberikan kesempatan terakhir kepada mereka sebelum pemenggalan," ucap Presiden AS itu, tanpa menjelaskan lebih lanjut soal apa yang dimaksud dengan "pemenggalan" tersebut.

Lebih lanjut, Trump kembali menegaskan bahwa negosiasi antara AS dan Iran "sedang berlangsung saat ini". Dia menambahkan bahwa Teheran memang suka menyangkal jika sedang terlibat dalam negosiasi dengan Washington.

"Ketika mereka berdialog, mereka tidak suka mengakuinya... Kita sedang berdialog, dan terkadang mereka menyangkalnya, padahal mereka menghabiskan waktu berjam-jam untuk berbicara satu sama lain," ujarnya.

Dituturkan Trump bahwa perundingan akan berlangsung dalam dua tahap, dengan tahap pertama berfokus pada pembukaan kembali Selat Hormuz dan tahap kedua membahas kemampuan nuklir Iran.

"Kita sedang berdialog tentang Selat itu, pembukaan Selat tersebut, agar benar-benar terbuka paling cepat besok, terbuka sepenuhnya, dan itulah tahap pertama. Dan selanjutnya pada tahap kedua, kita akan membahas kemampuan nuklir mereka," tuturnya.

Saat ditanya lebih lanjut soal di mana negosiasi itu digelar, Trump mengatakan lokasinya akan diputuskan "hari ini atau besok". Dia menambahkan bahwa negosiasi akan berlangsung cepat.

Iran Bantah Lanjutkan Negosiasi dengan AS

Iran telah menyampaikan bantahan terhadap klaim Trump, dengan menegaskan pada Senin (3/8) bahwa Teheran tidak sedang terlibat dalam negosiasi dengan AS.

"Kami tidak sedang melakukan negosiasi dengan Amerika Serikat," tegas juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, dalam konferensi pers.

Dia menambahkan bahwa Iran sedang berdialog dengan Oman untuk menetapkan "jalur sementara" di Selat Hormuz guna menjamin keselamatan pelayaran.

Tonton juga video "Trump Beri Peringatan Terakhir untuk Iran Sebelum 'Dipenggal'"

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)


Berita Terkait