Rentetan serangan udara Ukraina menghantam sebuah desa resor Rusia di tepi Laut Hitam dan menghantam wilayah Crimea, yang dianeksasi Moskow dari Kyiv. Sedikitnya enam orang tewas akibat serangan Ukraina tersebut.
Dua area yang dihantam serangan udara Ukraina itu merupakan destinasi musim panas favorit bagi para wisatawan Rusia.
Gubernur Krasnodar, Venyamin Kondratyev, seperti dilansir AFP, Senin (3/8/2026), melaporkan bahwa sedikitnya tiga orang tewas akibat serangan udara Ukraina di desa Arkhipo-Osipokvka, yang terletak di pesisir Laut Hitam. Dia menyebut serangan itu melibatkan drone.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Akibat jatuhnya puing UAV (drone)," kata Kondratyev dalam pernyataan via Telegram.
"Sekitar 13 orang lainnya, termasuk anak-anak, mengalami luka-luka," ujarnya.
Kondratyev menambahkan bahwa serangan-serangan itu "menargetkan infrastruktur sipil" di wilayah tersebut.
Serangan Ukraina lainnya menghantam Crimea, dengan Gubernur yang ditunjuk Moskow untuk wilayah itu, Sergey Aksyonov, melaporkan bahwa sedikitnya tiga orang tewas akibat serangan itu.
Dia tidak menyebutkan lokasi pasti serangan tersebut, dan tidak memberikan informasi rinci tentang para korban tewas.
Belum ada pernyataan resmi dari otoritas Ukraina terkait laporan serangan mematikan tersebut.
Namun, beberapa waktu terakhir, Ukraina kerap meluncurkan ratusan drone ke wilayah Rusia setiap malam, sebagai balasan atas gempuran Rusia yang melibatkan puluhan rudal dan ratusan drone terhadap kota-kota di Ukraina.
Kyiv juga semakin mengintensifkan serangan pembalasan terhadap Crimea, wilayah Ukraina yang dicaplok oleh Rusia pada tahun 2014 lalu. Serangan Ukraina itu telah mengganggu pasokan listrik dan bahan bakar sepanjang musim panas ini.
Perang telah berkecamuk selama lebih dari empat tahun terakhir, sejak Rusia memulai serangan skala penuh terhadap Ukraina pada Februari 2022. Moskow juga secara teratur menyerang target-target Kyiv dari wilayah Semenanjung Crimea.










































