Ngeri 52 Orang Diculik di Nigeria, Termasuk Anak-anak

Ngeri 52 Orang Diculik di Nigeria, Termasuk Anak-anak

Rita Uli Hutapea - detikNews
Senin, 03 Agu 2026 17:30 WIB
Ilustrasi senjata api (Foto: AFP)
Ilustrasi senjata api (Foto: AFP)
Jakarta -

Kelompok bersenjata menculik sedikitnya 52 orang, termasuk anak-anak, dalam serangan di sebuah desa dan pangkalan militer di negara bagian Zamfara, Nigeria barat laut.

Penculikan telah menjadi sumber pendapatan utama bagi kelompok-kelompok bersenjata di Nigeria, termasuk kelompok militan di Nigeria timur laut, dan geng-geng kriminal yang dikenal secara lokal sebagai "bandit" yang banyak terdapat di sebagian besar wilayah Nigeria barat laut.

Zamfara adalah salah satu negara bagian yang paling parah terkena dampak penculikan di barat laut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Para penyerang bersenjata yang mengendarai sepeda motor menyerbu desa Kasuwar Daji di wilayah pemerintahan lokal Kaura Namoda sekitar tengah malam pada hari Sabtu hingga Minggu, ungkap warga seperti dikutip kantor berita AFP, Senin (3/8/2026). Mereka pertama-tama menyerang pangkalan militer di pinggiran kawasan tersebut.

Para penyerang merebut senapan dari pangkalan tersebut dan membakar kendaraan patroli militer sebelum menyerbu desa, di mana mereka menculik puluhan orang.

"Awalnya, mereka menculik lebih dari 100 orang, sebelum melepaskan sebagian, dan akhirnya menyandera 52 orang," kata Shehu Abdullahi, seorang warga Kasuwar Daji, yang putrinya yang berusia 12 tahun termasuk di antara mereka yang diculik.

"Para pria bersenjata itu pergi dari rumah ke rumah, menculik banyak orang," kata warga lainnya, Ahmad Usman, kepada AFP.

Warga lainnya, Alhaji Ibrahim Musa mengatakan bahwa para penyerang "menaklukkan pangkalan militer yang ditempatkan di sini di komunitas kami".

"Ini bukan pertama kalinya para penjahat ini menyerang komunitas kami," tambahnya.

Aksi penculikan terbukti menguntungkan di seluruh negeri tersebut, seringkali bertepatan dengan krisis keamanan.

Aksi penculikan menghasilkan sekitar US$ 1,66 juta dalam pembayaran tebusan antara Juli 2024 dan Juni 2025, menurut perhitungan SBM Intelligence, sebuah perusahaan konsultan yang berbasis di Lagos.


Lihat juga Video: 315 Anak-Guru Diculik, Nigeria Tutup Seluruh Sekolah

Halaman 2 dari 2
(ita/ita)


Berita Terkait