Presiden Argentina Javier Milei melontarkan kritikan keras secara terang-terangan terhadap Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva. Milei menyebut Lula da Silva sebagai "pencuri" dan "korup".
Kritikan ini berlanjut dari cekcok pekan lalu, ketika Milei memicu perselisihan diplomatik dengan menyebut Lula da Silva sebagai seorang kriminal.
"Dia itu seorang pencuri, dia itu korup, dia pernah divonis bersalah atas pencurian dan korupsi, dia pernah dipenjara, jadi benar jika kita menyebutnya sebagai seorang terpidana," kritik Milei untuk Lula da Silva dalam wawancara dengan saluran televisi LN+ pada Minggu (2/8), seperti dilansir AFP, Senin (3/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Milei melontarkan kritikan serupa saat berpidato di Brasil pada akhir pekan lalu, untuk mendukung Flavio Bolsonaro, rival politik Lula da Silva dalam pemilu presiden Brasil pada Oktober mendatang.
Imbas kritikan itu, otoritas Brasil menarik pulang Duta Besarnya untuk Argentina guna melakukan konsultasi membahas pidato Milei.
Otoritas Buenos Aires kemudian berupaya meredam ketegangan dengan Brasilia, yang merupakan mitra dagang terbesarnya. Juru bicara kepresidenan Argentina, Adrian Ravier, mengatakan bahwa hal tersebut merupakan masalah "perbedaan ideologis dan politik".
Saat ditanya pada Minggu (2/8) soal mengapa dia bersikap begitu agresif terhadap Lula da Silva, Milei menjawab: "Bukankah menurut Anda, tindakan mencuri dari seseorang itu agresif? Menyebut seseorang sebagai 'pencuri' jauh lebih ringan dampaknya dibandingkan tindakan pencurian itu sendiri."
"Mereka membebaskan dia (Lula da Silva-red) karena kesalahan administratif, bukan karena dia tidak bersalah. Oleh karena itu, dia adalah seorang pencuri dan pejabat korup," tegas Presiden Argentina tersebut.
"Saya melakukan hal ini karena saya adalah pejuang nilai-nilai kebebasan," imbuhnya.
Lula da Silva yang sebelumnya menjabat Presiden Brasil selama dua periode tahun 2003-2010 lalu, pernah menjalani masa hukuman penjara selama 580 hari sejak April 2018 setelah dinyatakan bersalah dalam sejumlah kasus korupsi.
Dia dibebaskan setelah vonis bersalahnya dibatalkan karena alasan prosedural, di mana hakim yang memimpin persidangan itu kemudian dinyatakan tidak netral.
Simak juga Video 'Para Menteri Brasil Kecam Operasi Narkoba Berdarah di Rio de Janeiro':










































