Kuwait melaporkan angkatan bersenjatanya telah menghancurkan sejumlah drone yang diluncurkan dari Iran pada Sabtu (1/8) waktu setempat. Otoritas Kuwait City melaporkan serangan drone itu menargetkan sebuah fasilitas pemerintah dan beberapa kendaraan sipil di Pulau Bubiyan.
Menurut otoritas Kuwait, seperti dilansir Anadolu Agency, Sabtu (1/8/2026), serangan drone tersebut menyebabkan kerusakan material, namun tidak menimbulkan korban jiwa.
Juru bicara Kementerian Pertahanan Kuwait, Saud Al-Atwan, mengatakan bahwa Angkatan Bersenjata negara itu telah mendeteksi "sejumlah drone bermusuhan" di wilayah udara Kuwait sejak Sabtu (1/8) pagi waktu setempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Telah menangani dan menghancurkan drone-drone tersebut," tegas Al-Atwan dalam pernyataannya.
Dia mengatakan bahwa "agresi Iran" tersebut menargetkan sejumlah instalasi vital, termasuk sebuah fasilitas pemerintah di Kuwait bagian utara dan beberapa kendaraan milik perusahaan sipil di Pulau Bubiyan.
Puing-puing drone yang ditembak jatuh, sebut Al-Atwan, menyebabkan kerusakan, namun tidak ada laporan mengenai korban luka.
Aktivitas pencegatan drone tersebut sempat memicu suara rentetan ledakan yang terdengar di wilayah Kuwait pada akhir pekan ini. Warga setempat diimbau untuk mematuhi instruksi keselamatan resmi dari pemerintah.
Al-Atwan menegaskan bahwa Angkatan Bersenjata Kuwait "tetap dalam keadaan siaga penuh dan mengambil semua langkah yang diperlukan, serta berkoordinasi dengan otoritas terkait, untuk melindungi kedaulatan Kuwait dan menjamin keselamatan warga dan penduduk" negara tersebut.
Kuwait yang menjadi lokasi fasilitas militer AS, menjadi salah satu negara Teluk yang menjadi target serangan pembalasan Iran selama perang berkecamuk di kawasan Timur Tengah sejak akhir Februari lalu.
Pertempuran antara kedua negara kembali berlanjut beberapa waktu terakhir, setelah penangguhan serangan oleh kedua negara yang hanya berlangsung singkat.










































