Otoritas China mengkritik keras langkah Amerika Serikat (AS) melarang impor robot humanoid dan robot berkaki empat yang diproduksi di luar negeri. Beijing menuduh Washington berupaya "menindas" perusahaan-perusahaan China dengan langkah semacam itu.
Sebagian besar robot humanoid yang dijual di AS merupakan barang impor, terutama dari China, di mana perusahaan-perusahaan lokal melesat maju dalam sektor yang sedang berkembang pesat ini.
Kementerian Luar Negeri China, seperti dilansir AFP, Rabu (29/7/2026), menyatakan "menentang keras" langkah yang diumumkan Komisi Komunikasi Federal (FCC) AS pada Selasa (28/7) untuk memasukkan "perangkat robotik canggih" ke dalam daftar barang yang dilarang dengan alasan keamanan nasional.
"China selalu menentang keras tindakan AS yang memperluas konsep keamanan nasional secara berlebihan untuk menindas perusahaan-perusahaan China," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, dalam konferensi pers terbaru.
Mao menegaskan bahwa Beijing akan mengambil "langkah-langkah yang diperlukan" untuk melindungi hak dan kepentingan perusahaan-perusahaan China.
"Proteksionisme tidak dapat meningkatkan daya saing AS. Hal itu justru akan merugikan kepentingan perusahaan dan konsumen Amerika," ucap Mao memperingatkan AS.
Robot dengan berbagai bentuk dan ukuran dapat ditemukan di mana-mana di China, mulai dari hotel hingga pusat perbelanjaan dan pabrik.
(nvc/ita)