Serangan Gabungan AS-Saudi di Irak Tewaskan 20 Orang

Serangan Gabungan AS-Saudi di Irak Tewaskan 20 Orang

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 29 Jul 2026 16:01 WIB
Ilustrasi bendera Irak (Foto: Erik De Castro/ REUTERS)
Ilustrasi bendera Irak (Foto: Erik De Castro/ REUTERS)
Jakarta -

Serangan gabungan Amerika Serikat dan Arab Saudi di Irak pada hari Rabu (29/7) menewaskan sedikitnya 20 anggota bekas aliansi paramiliter yang mencakup kelompok-kelompok pro-Iran.

Amerika Serikat dan Arab Saudi mengatakan mereka telah menyerang para milisi pro-Iran di Irak sebagai respons atas serangan drone dari Irak terhadap pasukan AS dan fasilitas minyak Saudi.

Dilansir kantor berita AFP, Rabu (29/7/2026), Pasukan Mobilisasi Populer (PMF) mengatakan sedikitnya 20 petempur "tewas dan 32 lainnya terluka menurut penghitungan sementara". PMF merupakan aliansi bekas kelompok paramiliter dan faksi-faksi yang kini terintegrasi ke dalam angkatan bersenjata Irak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

PMF dalam pernyataannya menambahkan bahwa "agresi" AS-Arab Saudi menargetkan pangkalan PMF di tujuh provinsi, termasuk Baghdad, Nineveh di Irak utara dan Basra di selatan negara itu, yang juga menyebabkan kerusakan material.

Pernyataan itu mengecam "eskalasi berbahaya" terhadap "lembaga keamanan resmi".

Seorang pejabat PMF mengatakan kepada AFP dengan syarat anonim, bahwa serangan di Nineveh dan provinsi Diyala tengah adalah yang paling mematikan.

PMF dibentuk pada tahun 2014 untuk memerangi para militan sebelum secara resmi diintegrasikan ke angkatan bersenjata Irak. Namun, PMF juga mencakup brigade yang tergabung dalam kelompok-kelompok yang didukung Iran, yang memiliki reputasi bertindak sendiri.

Serangan gabungan AS-Arab Saudi terjadi setelah otoritas Saudi mengatakan pasukannya telah mencegat drone yang menargetkan fasilitas minyak di Saudi timur. Otoritas Saudi menyalahkan kelompok-kelompok yang didukung Iran di Irak atas serangan drone tersebut.

Serangan terbaru ini terjadi di tengah meningkatnya tekanan AS terhadap pemerintah Irak untuk melucuti senjata kelompok-kelompok bersenjata pro-Iran.

Perdana Menteri Irak yang baru, Ali al-Zaidi telah berjanji untuk memastikan kelompok-kelompok tersebut menyerahkan senjata mereka. Namun, dia telah menghadapi penolakan dari beberapa faksi yang kuat.

Lihat Video 'Trump Samakan Iran dengan Venezuela: Kami Hancurkan Mereka':

Halaman 2 dari 2
(ita/ita)


Berita Terkait