Netanyahu Bantah Dikte Trump soal Iran

Netanyahu Bantah Dikte Trump soal Iran

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 29 Jul 2026 14:25 WIB
Momen pertemuan terbaru Netanyahu dan Trump di Ruang Oval Gedung Putih (AFP PHOTO/GPO/HANDOUT)
Momen pertemuan terbaru Netanyahu dan Trump di Ruang Oval Gedung Putih (AFP PHOTO/GPO/HANDOUT)
Washington DC -

Israel membantah tuduhan yang menyebut Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu berupaya mendikte Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump soal arah kebijakan luar negerinya, terutama soal Iran. Otoritas Tel Aviv menegaskan bahwa kedua pemimpin yang bersekutu dekat itu memiliki pandangan yang sepenuhnya selaras

Ditegaskan juga bahwa Netanyahu dan Trump menjalin koordinasi erat, terutama mengenai perang melawan Iran.

Penegasan tersebut, seperti dilansir Axios dan Anadolu Agency, Rabu (29/7/2026), disampaikan oleh direktur komunikasi untuk PM Israel, Tzipi Hotovely, saat berbicara kepada wartawan di sela-selat kunjungan Netanyahu untuk bertemu Trump di Gedung Putih pekan ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tidak benar klaim yang menyebutkan bahwa Israel mendesak AS untuk mengambil langkah tertentu terkait isu Iran," kata Hotovely dalam pernyataannya.

Pernyataan Hotovely ini disampaikan menyusul kritikan terbuka Trump terhadap langkah Netanyahu membahas kekhawatiran mengenai fasilitas nuklir bawah tanah Iran, Gunung Pickaxe, di depan publik. Trump mengeluhkan Netanyahu yang tidak terlebih dahulu membahas hal tersebut secara privat dengan dirinya.

Namun Trump menilai bahwa langkah Netanyahu itu merupakan taktik untuk membujuk AS agar tetap terlibat dalam konflik dengan Iran. Ditegaskan Trump, dalam wawancara dengan Fox News, bahwa dirinya tidak memerlukan masukan Netanyahu mengenai persoalan tersebut.

Dalam pernyataannya, Hotovely mengklarifikasi bahwa Netanyahu tidak sedang mendikte Presiden AS ataupun memberikan tekanan untuk mengarahkan kebijakan Trump ke arah tertentu.

"Perdana Menteri tidak mendikte Presiden AS mengenai apa yang harus dilakukan ataupun mendorongnya ke arah kebijakan tertentu. Kedua pihak sama-sama ingin mencegah Iran memiliki senjata nuklir. Ada banyak cara untuk mencapai tujuan tersebut," tegasnya.

Netanyahu melakukan pembicaraan dengan Trump di Gedung Putih pada Selasa (28/7) waktu setempat, yang menjadi pertemuan pertama keduanya sejak perang melawan Iran dimulai pada akhir Februari lalu.

Pertemuan itu menjadi sorotan karena digelar saat hubungan kedua pemimpin diwarnai perselisihan beberapa waktu terakhir. Trump secara terang-terangan mengkritik dan meluapkan kekecewaannya terhadap Netanyahu, terutama terkait operasi militer Israel terhadap Iran dan Hizbullah di Lebanon.

Dalam pernyataan via Instagram, Netanyahu mengatakan bahwa percakapan terbarunya dengan Trump merupakan salah satu percakapan terbaik yang pernah dilakukan keduanya. Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, juga menggambarkan pertemuan Trump dan Netanyahu berlangsung "baik dan produktif".

Pertemuan di Ruang Oval Gedung Putih itu digelar tertutup dari wartawan. Hotovely mengungkapkan bahwa selain membahas isu Iran, kedua pemimpin membahas soal kemungkinan normalisasi hubungan antara Israel dan Arab Saudi.

Menurut Hotovely, isu penjualan jet tempur siluman F-35 oleh AS ke Turki, yang ditentang oleh Israel, tidak dibahas dalam pertemuan tersebut. Trump, sebut Hotovely, juga tidak menuntut Israel menarik mundur pasukannya dari area-area yang mereka duduki.

Simak juga Video: Netanyahu Bilang Pertemuan dengan Trump Berjalan Sangat Baik, Bahas Apa?

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)


Berita Terkait