Sekretaris Jenderal Liga Arab, Nabil Fahmy, memperingatkan bahwa kawasan Timur tengah mendekati "titik ledakan" dengan konflik yang terus berkecamuk antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Fahmy meminta Presiden AS Donald Trump untuk menghidupkan kembali diplomasi guna mencegah eskalasi regional yang lebih luas.
Tidak hanya itu, seperti dilansir TRT World, Senin (27/7/2026), Fahmy juga mendesak Trump untuk mengendalikan kebijakan Israel terhadap warga Palestina.
Peringatan itu disampaikan Fahmy menjelang rencana pertemuan terbaru antara Trump dan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu di Washington DC, yang dijadwalkan pada Selasa (28/7) waktu AS.
Dalam pernyataannya, Fahmy mengatakan bahwa kawasan Timur Tengah sedang bergerak menuju ke "titik yang sangat berbahaya".
"Situasi di kawasan ini sedang menuju ke titik yang sangat berbahaya dan mendekati momen ledakan pada lebih dari satu level," kata Fahmy memperingatkan.
Fahmy mengaitkan ketegangan di kawasan itu dengan "kebuntuan dalam isu Palestina" dan "eskalasi yang ceroboh dan kebijakan yang menyerempet bahaya yang menggambarkan krisis Teluk".
Dia menyatakan bahwa semua pihak memikul tanggung jawab untuk menjaga keamanan dan stabilitas kawasan. Namun Fahmy juga menekankan bahwa pemerintah AS memikul tanggung jawab khusus.
Simak Video "Video Iran Sebut AS Tak Serius Negosiasi"
(nvc/ita)