Otoritas Iran mengatakan bahwa militer Amerika Serikat menggempur pangkalan Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) di provinsi Gilan, Iran utara.
"Pagi ini, markas besar pasukan angkatan laut IRGC di Zibakenar menjadi sasaran proyektil musuh Amerika, yang merusak beberapa peralatan di kompleks tersebut," kata Ali Bagheri, wakil gubernur provinsi Gilan, seperti dikutip oleh kantor berita resmi Iran, IRNA, dilansir AFP, Jumat (24/7/2026).
Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Jumat (24/7/2026):
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Tiba-tiba, Trump Kaitkan Kesepakatan Nuklir Arab Saudi dengan Israel
Mengejutkan! Presiden Amerika Serikat Donald Trump tiba-tiba mengatakan bahwa kesepakatan nuklir dengan Arab Saudi bergantung pada pengakuan kerajaan tersebut terhadap Israel. Hal ini berpotensi menimbulkan kekacauan pada kesepakatan tersebut, hanya sehari setelah ditandatangani.
Syarat baru ini muncul meskipun pemerintah Saudi telah lama menolak bergabung dengan apa yang disebut Perjanjian Abraham dengan Israel.
Syarat itu tidak disebutkan dalam kesepakatan nuklir sipil yang diumumkan pada hari Rabu lalu, yang tampaknya merupakan kemenangan besar bagi Arab Saudi seiring Trump melancarkan perang terhadap Iran atas program nuklirnya.
- AS Panggil Dubes Malaysia Usai PM Anwar Usir Warga Israel
Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) memanggil Duta Besar Malaysia untuk AS, Muhammad Shahrul Ikram Yaakob, untuk meminta penjelasan atas sikap Kuala Lumpur terkait Israel.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Malaysia, Mohamad Hasan, seperti dilaporkan kantor berita Bernama dan dilansir Reuters, Jumat (24/7/2026), mengatakan bahwa Dubes Shahrul Ikram telah menyampaikan kepada Departemen Luar Negeri AS jika kebijakan Malaysia sejak lama untuk tidak mengakui Israel bukanlah hal baru.
"Itu memang sudah menjadi kebijakan Malaysia sejak lama. Kebijakan imigrasi kami tidak mengakui negara Israel atau rezim Zionis. Ini sudah lama menjadi sikap kami," tegas Mohamad Hassan dalam pernyataannya yang dikutip kantor berita resmi Malaysia, Bernama pada Kamis (23/7) malam.
- Trump Kaji Serangan Besar-besaran ke Iran, Melebihi Epic Fury!
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan sedang mengkaji untuk melancarkan serangan terbaru secara besar-besaran terhadap Iran. Skala operasi militer terbaru AS terhadap Iran ini disebut bisa melampaui serangan-serangan selama Operation Epic Fury yang dilancarkan awal tahun ini.
Trump menyampaikan hal tersebut, seperti dilansir Middle East Monitor, Jumat (24/7/2026), dalam wawancara terbaru dengan media AS Axios pada Kamis (23/7).
Dalam wawancara tersebut, Trump mengatakan dirinya hampir mengambil keputusan terkait kemungkinan serangan besar-besaran AS tersebut. Namun, dia menegaskan bahwa belum ada keputusan final yang dibuat.
- Ditekan AS, Anwar Ibrahim: Kami Tak Izinkan Warga Israel di Malaysia!
Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan akan mempertahankan kebijakan untuk mengusir warga negara Israel dari wilayah negara tersebut. Anwar mengatakan Malaysia tidak akan tunduk pada intimidasi untuk mengubah kebijakan yang telah diterapkan selama beberapa dekade.
Anwar, seperti dilansir The Star, Jumat (24/7/2026), menyatakan Malaysia tidak melanggar hukum internasional apa pun dengan menerapkan kebijakan tersebut.
Pernyataan tersebut menanggapi kemarahan delapan anggota Kongres Amerika Serikat (AS) terhadap ucapan Anwar pada 15 Juli lalu soal kebijakan mengusir setiap warga negara Israel dari Malaysia.
"Saya ingin menanggapi para anggota parlemen AS, setidaknya sebagian dari mereka, yang secara tegas menyatakan Malaysia melanggar hukum internasional dan tidak menghormati hak negara lain," kata Anwar dalam pernyataannya pada Rabu (22/7).
- Memanas! AS Gempur Pangkalan Garda Revolusi Iran
Otoritas Iran mengatakan bahwa militer Amerika Serikat menggempur pangkalan Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) di provinsi Gilan, Iran utara.
"Pagi ini, markas besar pasukan angkatan laut IRGC di Zibakenar menjadi sasaran proyektil musuh Amerika, yang merusak beberapa peralatan di kompleks tersebut," kata Ali Bagheri, wakil gubernur provinsi Gilan, seperti dikutip oleh kantor berita resmi Iran, IRNA, dilansir AFP, Jumat (24/7/2026).
Sementara itu, militer Iran mengatakan pada hari Jumat, bahwa mereka kembali melakukan serangan drone terhadap beberapa fasilitas dan pangkalan militer Amerika di Bahrain dan Yordania, sebagai balasan atas serangan AS terbaru terhadap republik Islam tersebut.










































