Sebuah pesawat amfibi yang dioperasikan maskapai Kenmore Air terbakar usai melakukan pendaratan darurat di dekat Pulau Sucia, negara bagian Washington, Amerika Serikat (AS). Beruntung, 11 orang yang ada di dalam pesawat tersebut semuanya berhasil diselamatkan.
Otoritas Penerbangan Federal AS (FAA), seperti dilansir Reuters dan Anadolu Agency, Jumat (24/7/2026), melaporkan bahwa pesawat amfibi jenis DeHavilland DHC-3 ini mengalami kecelakaan di dekat Pulau Sucia pada Kamis (23/7) sore, pukul 17.20 waktu setempat, saat membawa 10 penumpang dan seorang pilot.
Pulau Sucia merupakan bagian dari Kepulauan San Juan di negara bagian Washington, yang terletak di sebelah utara Seattle dan dekat dengan perbatasan Kanada.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebuah foto yang dirilis oleh Penjaga Pantai AS menunjukkan pesawat amfibi tersebut sedang terbakar di atas air di lokasi kecelakaan. Insiden ini memicu respons darurat berskala besar yang melibatkan Penjaga Pantai dan Angkatan Laut AS, serta Penjaga Pantai Kanada yang membantu upaya penyelamatan.
Otoritas Penjaga Pantai AS menyatakan bahwa seluruh orang di dalam pesawat itu berhasil diselamatkan usai kecelakaan terjadi.
Kantor Sheriff San Juan County melaporkan bahwa beberapa orang mengalami luka-luka, termasuk trauma kepala, patah tulang, dan luka sobek. Menurut laporan ABC News, setidaknya satu korban luka berada dalam kondisi kritis.
Kenmore Air, yang merupakan maskapai amfibi terbesar di AS, mengatakan bahwa pesawat yang mengalami kecelakaan itu lepas landas dari Lake Union, Seattle.
Disebutkan bahwa empat penumpang yang luka-luka dilarikan ke rumah sakit, sedangkan para penumpang lainnya dan pilot pesawat dibawa ke Pos Penjaga Pantai Bellingham.
Penyebab kecelakaan itu belum diketahui secara jelas. FAA dan Badan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB) sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut.
CEO Kenmore Air, David Gudgel, mengatakan bahwa perusahaan berfokus untuk memberikan dukungan kepada para penumpang dan pilot, serta menyampaikan terima kasih kepada tim tanggap darurat.
"Kenmore Air bekerja sama sepenuhnya dengan otoritas yang melakukan penyelidikan, dan kami akan terus memberikan informasi terverifikasi begitu informasi tersebut tersedia," kata Gudgel dalam sebuah pernyataan.
Kenmore Air yang didirikan tahun 1946 silam, melayani lebih dari 90.000 penumpang setiap tahunnya melalui penerbangan terjadwal, penerbangan wisata, dan penerbangan charter.
Lihat juga Video 'Serpihan Pesawat Kargo Boeing 737 yang Jatuh di Laut Arab':










































