5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 23 Jul 2026 18:04 WIB
Menlu Iran Abbas Araghchi (dok. AFP)
Menlu Iran Abbas Araghchi (dok. AFP)
Jakarta -

Iran menanggapi ancaman terbaru yang dilontarkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk membombardir jembatan atau pembangkit listrik Teheran. Ketua parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan bahwa situasi di Selat Hormuz tidak akan kembali seperti sebelum perang.

Setelah Trump mengancam akan mengebom infrastruktur Iran untuk setiap kapal komersial yang diserang di Selat Hormuz, Menteri Luar Negeri (Menlu) Abbas Araghchi mengancam serangan pembalasan "dahsyat", yang didasarkan pada doktrin "mata ganti mata".

Sementara itu, Ghalibaf secara terang-terangan memperingatkan AS bahwa tidak akan ada negara di kawasan Timur Tengah yang dapat menjual minyak, jika Iran dihalangi untuk melakukannya. Dia juga memperingatkan bahwa tidak akan ada yang aman di kawasan, jika keamanan Teheran tidak terjamin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Kamis (23/7/2026):

- Iran Ancam Balasan Dahsyat Jika AS Bom Pembangkit Listrik: Mata Ganti Mata!

Otoritas Iran menanggapi ancaman terbaru yang dilontarkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, yang menegaskan akan membombardir jembatan atau pembangkit listrik Teheran untuk setiap kapal komersial yang diserang di Selat Hormuz.

Teheran menegaskan bahwa serangan AS terhadap infrastruktur di Iran akan memicu respons pembalasan yang "dahsyat dan tegas".

Iran juga memperingatkan bahwa negara-negara yang mendukung pengeboman AS terhadap infrastruktur di wilayah mereka, akan dianggap sebagai target serangan yang sah.

- Memanas! Houthi Serang 2 Kapal Tanker Arab Saudi di Laut Merah

Kelompok Houthi mengklaim telah menyerang dua kapal tanker minyak Arab Saudi dalam sebuah operasi militer. Houthi menuduh kedua kapal tanker Saudi itu telah melanggar blokade laut yang diberlakukan di perairan Laut Merah.

Otoritas Saudi, dalam pernyataan terpisah, mengakui salah satu dari dua kapal tankernya mengalami kebakaran setelah diserang saat berlayar di Laut Merah.

Houthi, yang didukung Iran dan bermarkas di Yaman ini, seperti dilansir Reuters, Kamis (23/7/2026), mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pasukannya telah menyerang dua kapal tanker Saudi, yang diidentifikasi sebagai kapal tanker ENCELIA dan LAYLA.

- Iran Ingatkan AS: Jika Kami Dihalangi Jual Minyak, Negara Lain Juga Tak Bisa!

Ketua parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf, yang juga negosiator utama Teheran, kembali menegaskan bahwa situasi di Selat Hormuz tidak akan kembali seperti sebelum perang.

Ghalibaf secara terang-terangan memperingatkan Amerika Serikat (AS) bahwa tidak akan ada negara di kawasan Timur Tengah yang dapat menjual minyak, jika Iran dihalangi untuk melakukannya.

Dia juga memperingatkan bahwa tidak akan ada yang aman di kawasan, jika keamanan Teheran tidak terjamin.

- Trump Kritik Yordania Buntut Tentara AS Tewas Diserang Iran

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengkritik Yordania, sekutu strategis Washington di Timur Tengah, menyusul tewasnya tiga tentara AS akibat serangan Iran yang menghantam pangkalan udara di negara tersebut.

Trump menilai insiden seperti itu tidak akan terjadi seandainya penanganannya dilakukan oleh pasukan atau personel militer Amerika.

Saat berbicara dalam pertemuan dengan Presiden Lebanon Joseph Aoun di Gedung Putih, seperti dilansir Middle East Monitor, Kamis (23/7/2026), Trump mengatakan bahwa Iran "menyelundupkan sesuatu melalui wilayah Yordania". Dia tidak menjelaskan lebih lanjut soal maksud pernyataannya tersebut.

- AS Sebut Houthi Diperdaya Iran untuk Serang Kapal di Laut Merah

Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) Marco Rubio menyebut kelompok pemberontak Houthi, yang bermarkas di Yaman, telah "diperdaya" oleh Iran untuk menyerang kapal-kapal yang berlayar di Laut Merah.

Pernyataan Rubio ini, seperti dilansir AFP, Kamis (23/7/2026), disampaikan di sela-sela menghadiri pertemuan para Menlu ASEAN di Manila, Filipina.

Rubio menyampaikan pernyataan tersebut setelah Houthi mengklaim telah menyerang dua kapal tanker minyak Arab Saudi dalam sebuah operasi militer. Houthi menuduh kedua kapal tanker Saudi itu telah melanggar blokade laut yang diberlakukan di perairan Laut Merah.

Halaman 3 dari 2
(nvc/nvc)


Berita Terkait