Iran Ingatkan AS: Jika Kami Dihalangi Jual Minyak, Negara Lain Juga Tak Bisa!

Iran Ingatkan AS: Jika Kami Dihalangi Jual Minyak, Negara Lain Juga Tak Bisa!

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 23 Jul 2026 13:20 WIB
Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, yang juga negosiator utama Teheran dalam perundingan dengan AS (dok. AFP PHOTO /IRIBNEWS)
Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, yang juga negosiator utama Teheran dalam perundingan dengan AS (dok. AFP PHOTO /IRIBNEWS)
Teheran -

Ketua parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf, yang juga negosiator utama Teheran, kembali menegaskan bahwa situasi di Selat Hormuz tidak akan kembali seperti sebelum perang.

Ghalibaf secara terang-terangan memperingatkan Amerika Serikat (AS) bahwa tidak akan ada negara di kawasan Timur Tengah yang dapat menjual minyak, jika Iran dihalangi untuk melakukannya.

Dia juga memperingatkan bahwa tidak akan ada yang aman di kawasan, jika keamanan Teheran tidak terjamin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam pernyataan terbaru via media sosial X, seperti dilansir Anadolu Agency dan Al Arabiya, Kamis (23/7/2026), Ghalibaf mengatakan bahwa konflik ini telah menjadi situasi "all or nothing", yang berarti "semuanya atau tidak sama sekali".

"Persamaan dalam perang ini sudah jelas: semuanya atau tidak sama sekali!" kata Ghalibaf dalam pernyataannya.

"Di kawasan di mana kami tidak dapat menjual minyak, tidak akan ada pihak lain yang akan menjual minyak," ucap Ghalibaf dengan nada memperingatkan.

Ghalibaf, dalam pernyataannya, juga memperingatkan jika keamanan Iran tidak terjamin, maka "tidak ada infrastruktur yang akan tetap aman".

"Jika keamanan kami tidak terjamin, tidak akan ada infrastruktur yang aman, dan selat tersebut hanya akan aman jika tidak ada kehadiran pasukan Amerika," ujarnya, merujuk pada Selat Hormuz.

"Kami telah berulang kali menegaskan bahwa situasi di selat tersebut tidak akan kembali ke kondisi sebelum perang," tegas Ghalibaf.

Pernyataan Ghalibaf itu, menurut Al Arabiya, terkesan mendeklarasikan perang terhadap seluruh kawasan Timur Tengah.

Pernyataan keras Ghalibaf tersebut disampaikan beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengebom infrastruktur di wilayah Iran, jika negara itu terus menyerang kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.

"Mulai saat ini, setiap kali Republik Islam Iran menembaki kapal di Selat Hormuz, baik menggunakan rudal, roket, drone, maupun perangkat atau senjata lainnya, Amerika Serikat akan mengebom dan menghancurkan SATU JEMBATAN ATAU PEMBANGKIT LISTRIK, termasuk yang terletak di dekat atau di dalam Ibu Kota Teheran," kata Trump dalam ancamannya yang disampaikan via Truth Social.

Ketegangan antara Iran dan AS semakin meningkat, terutama menyusul perselisihan yang terus berlanjut mengenai pengaturan navigasi dan keamanan di Selat Hormuz, jalur perairan yang vital untuk pasokan minyak dan gas global tersebut.

Teheran telah menegaskan bahwa pelayaran komersial yang melintasi Selat Hormuz akan tetap aman jika kapal-kapal berkoordinasi dengan pihaknya di bawah pengaturan maritim terbarunya.

Otoritas Iran juga menyatakan akan terus menjalankan kendali atas jalur perairan strategis tersebut, yang menjadi bagian dari upaya yang mereka sebut sebagai langkah menjaga keamanan jangka panjang.

Lihat juga Video: Momen AS Lumpuhkan Kapal Tanker Pengangkut Minyak Iran di Teluk Oman

Halaman 2 dari 2
(nvc/idh)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini