Iran menanggapi ancaman terbaru yang dilontarkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk membombardir jembatan atau pembangkit listrik Teheran. Ketua parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan bahwa situasi di Selat Hormuz tidak akan kembali seperti sebelum perang.
Setelah Trump mengancam akan mengebom infrastruktur Iran untuk setiap kapal komersial yang diserang di Selat Hormuz, Menteri Luar Negeri (Menlu) Abbas Araghchi mengancam serangan pembalasan "dahsyat", yang didasarkan pada doktrin "mata ganti mata".
Sementara itu, Ghalibaf secara terang-terangan memperingatkan AS bahwa tidak akan ada negara di kawasan Timur Tengah yang dapat menjual minyak, jika Iran dihalangi untuk melakukannya. Dia juga memperingatkan bahwa tidak akan ada yang aman di kawasan, jika keamanan Teheran tidak terjamin.
Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Kamis (23/7/2026):
- Iran Ancam Balasan Dahsyat Jika AS Bom Pembangkit Listrik: Mata Ganti Mata!
Otoritas Iran menanggapi ancaman terbaru yang dilontarkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, yang menegaskan akan membombardir jembatan atau pembangkit listrik Teheran untuk setiap kapal komersial yang diserang di Selat Hormuz.
Teheran menegaskan bahwa serangan AS terhadap infrastruktur di Iran akan memicu respons pembalasan yang "dahsyat dan tegas".
Iran juga memperingatkan bahwa negara-negara yang mendukung pengeboman AS terhadap infrastruktur di wilayah mereka, akan dianggap sebagai target serangan yang sah.
- Memanas! Houthi Serang 2 Kapal Tanker Arab Saudi di Laut Merah
Kelompok Houthi mengklaim telah menyerang dua kapal tanker minyak Arab Saudi dalam sebuah operasi militer. Houthi menuduh kedua kapal tanker Saudi itu telah melanggar blokade laut yang diberlakukan di perairan Laut Merah.
Otoritas Saudi, dalam pernyataan terpisah, mengakui salah satu dari dua kapal tankernya mengalami kebakaran setelah diserang saat berlayar di Laut Merah.
Houthi, yang didukung Iran dan bermarkas di Yaman ini, seperti dilansir Reuters, Kamis (23/7/2026), mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pasukannya telah menyerang dua kapal tanker Saudi, yang diidentifikasi sebagai kapal tanker ENCELIA dan LAYLA.
(nvc/nvc)