PM Baru Inggris Izinkan Pangkalan Militer Dipakai AS Serang Iran

PM Baru Inggris Izinkan Pangkalan Militer Dipakai AS Serang Iran

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 22 Jul 2026 11:16 WIB
PM Inggris Andy Burnham (Foto: Getty Images/Alishia Abodunde)
PM Inggris Andy Burnham (Foto: Getty Images/Alishia Abodunde)
Jakarta -

Perdana Menteri (PM) Inggris yang baru dilantik, Andy Burnham menyetujui penggunaan pangkalan militer Inggris oleh Amerika Serikat untuk serangan defensif terhadap Iran. Ini merupakan kelanjutan dari kebijakan pendahulunya, mantan PM Keir Starmer.

Sebelumnya, Starmer memimpin pertemuan para menteri dan pejabat senior pada hari Jumat lalu untuk membahas kebijakan Inggris setelah dimulainya kembali serangan AS terhadap Iran awal bulan ini.

Para menteri dalam pertemuan itu memutuskan untuk melanjutkan kebijakan yang ada, bahwa pangkalan militer di Diego Garcia di Samudra Hindia dan RAF Fairford di Gloucestershire, Inggris dapat digunakan oleh pesawat-pesawat AS yang melakukan misi yang bertujuan untuk melawan ancaman rudal Iran dan situs-situs yang digunakan untuk menargetkan Selat Hormuz.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilansir media Al Arabiya, Rabu (22/7/2026), menurut sumber-sumber yang mengetahui pertemuan itu, Burnham, yang resmi menjadi perdana menteri pada hari Senin lalu, diberitahu tentang pembicaraan tersebut dan menyetujui keputusan yang diambil.

Menurut sumber-sumber tersebut, Burnham akan melanjutkan kebijakan pemerintah sebelumnya terkait persetujuan pangkalan-pangkalan Inggris untuk serangan-serangan AS yang disebut sebagai serangan defensif. Ini berarti pangkalan-pangkalan Inggris kemungkinan akan digunakan untuk beberapa operasi Amerika saat ini.

Keputusan tersebut muncul setelah hari ke-10 serangan AS ke Iran. Komando Pusat AS mengatakan telah menargetkan pusat komando militer Iran, lokasi peluncuran, dan pertahanan udara dalam serangan terbaru AS pada hari Selasa (21/7) waktu setempat.

Burnham kemungkinan akan menghadapi kritik dari Partai Hijau sayap kiri dan Partai Liberal Demokrat, yang keduanya menentang penggunaan pangkalan-pangkalan tersebut. Alasannya, menurut pandangan mereka, hal itu membuat Inggris terlibat dalam kejahatan perang.

Burnham sebelumnya telah melakukan pembicaraan telepon dengan Presiden AS Donald Trump tak lama setelah dirinya dilantik menjadi PM Inggris. Dilansir AFP, Senin (20/7/2026), juru bicara Burnham menyebut ia menekankan komitmennya terhadap pertahanan dan keamanan saat bicara dengan Trump.

"(Burnham) mengatakan bahwa memastikan keamanan Inggris dan sekutunya adalah prioritas utamanya," kata jubirnya.

Dia menambahkan bahwa perdana menteri baru tersebut mengundang Trump untuk mengunjungi kota asalnya, Manchester.

Simak juga Video 'Trump Kritik Starmer soal Imigrasi-Energi Usai Mundur Jadi PM Inggris':

Halaman 2 dari 2
(ita/ita)


Berita Terkait