Ramai Partai Kecoak Demo Tuntut Menteri Pendidikan India Mundur

Ramai Partai Kecoak Demo Tuntut Menteri Pendidikan India Mundur

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 21 Jul 2026 14:54 WIB
Unjuk rasa gerakan Partai Kecoak di India menuntut Menteri Pendidikan Dharmendra Pradhan mundur (REUTERS/Anushree Fadnavis)
Unjuk rasa gerakan Partai Kecoak di India menuntut Menteri Pendidikan Dharmendra Pradhan mundur (REUTERS/Anushree Fadnavis)
New Delhi -

Gerakan Partai Kecoak di India bersumpah, pada Selasa (21/7), untuk terus melanjutkan unjuk rasa hingga Menteri Pendidikan Dharmendra Pradhan mengundurkan diri. Hal ini diumumkan sehari setelah setidaknya 180 orang mengalami luka-luka dalam aksi protes di New Delhi, ibu kota India.

Ribuan demonstran berkumpul di pusat ibu kota India pada Senin (20/7) untuk menuntut pengunduran diri Pradhan dan reformasi ujian yang lebih luas. Aksi protes ini menjadi wujud unjuk kekuatan oleh gerakan online Cockroach Janta Party (CJP) yang kini sangat populer di India.

CJP telah meraih jutaan pengikut di media sosial sejak gerakan itu diluncurkan pada Mei lalu. Gerakan ini memberikan salah satu tantangan terbesar bagi Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi yang berhaluan nasionalis Hindu, sejak dia memenangkan masa jabatan ketiganya pada tahun 2024.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami tidak akan berhenti. Pradhan harus dicopot," tegas perwakilan CJP, Ashutosh Ranka, dalam pernyataan terbaru via media sosial, seperti dilansir AFP, Selasa (21/7/2026).

Ratusan demonstran masih berkemah di lokasi unjuk rasa di area Jantar Mantar pada Selasa (21/7) waktu setempat, dengan banyak di antara mereka menyerukan perubahan lebih luas dalam sistem pendidikan di negara tersebut.

Pada Senin (20/7), polisi menembakkan gas air mata dan menggunakan tongkat untuk memaksa mundur para demonstran yang bergerak ke gedung parlemen India. Aksi ini menjadi salah satu unjuk rasa jalanan terbesar di New Delhi dalam lima tahun terakhir.

Menurut keterangan Kepolisian New Delhi, setidaknya 178 orang luka-luka dalam bentrokan antara demonstran dan aparat keamanan. Angka itu mencakup 118 personel kepolisian, termasuk sejumlah perwira senior, yang terluka.

Unjuk rasa ini menyusul serangkaian skandal ujian yang mengguncang kepercayaan publik terhadap sistem ujian di India. Sekitar 2,2 juta calon mahasiswa kedokteran mengikuti ujian ulang di bawah pengamanan ketat bulan lalu, setelah ujian sebelumnya dibatalkan menyusul kebocoran soal ujian.

Hal itu terjadi di tengah skandal lainnya terkait sistem penilaian ujian secara online yang diikuti oleh hampir dua juta siswa sekolah menengah atas (SMA).

Meskipun pertumbuhan ekonomi di India berlangsung pesat, jutaan orang di negara dengan populasi terbesar di dunia tersebut masih kesulitan mendapatkan pekerjaan yang stabil dan bergaji layak, sehingga memicu ketidakpuasan.

Lihat Video 'Demo Partai Kecoak di India Ricuh, Polisi Lepaskan Gas Air Mata':

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)


Berita Terkait