5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 18 Jul 2026 19:39 WIB
Rudal balistik buatan Iran dipamerkan ke publik (dok. Irans Presidency/WANA (West Asia News Agency)/Handout via REUTERS/File Photo)
Rudal balistik buatan Iran dipamerkan ke publik (dok. Iran's Presidency/WANA (West Asia News Agency)/Handout via REUTERS/File Photo)
Jakarta -

Iran dilaporkan menembakkan sebuah rudal balistik ke sebuah pangkalan militer Amerika Serikat (AS) yang ada di wilayah Arab Saudi pada Sabtu (18/7). Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kini masuk dalam daftar panjang pengkritik taktik Inggris yang kalah dari Argentina dalam semifinal Piala Dunia.

Serangan rudal pada akhir pekan itu menandai serangan langsung pertama Teheran terhadap Riyadh dalam kurun waktu hampir empat bulan terakhir.

Sementara itu, Trump melontarkan kritikan ringan terhadap keputusan pelatih timnas Inggris, Thomas Tuchel, yang menerapkan taktik bertahan setelah Inggris berhasil unggul satu gol atas Argentina dalam pertandingan Rabu (15/7).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Sabtu (18/7/2026):

- Iran Tembakkan Rudal ke Pangkalan AS di Arab Saudi, Pertama dalam 4 Bulan

Iran dilaporkan menembakkan sebuah rudal balistik ke sebuah pangkalan militer Amerika Serikat (AS) yang ada di wilayah Arab Saudi pada Sabtu (18/7) waktu setempat. Ini menandai serangan langsung pertama Teheran terhadap Riyadh dalam kurun waktu hampir empat bulan terakhir.

Serangan rudal Iran terhadap Saudi ini, seperti dilansir Anadolu Agency dan Reuters, Sabtu (18/7/2026), dilaporkan oleh media AS, Axios, yang mengutip seorang pejabat AS yang enggan disebut namanya.

Menurut pejabat AS tersebut, Iran menargetkan pangkalan militer Amerika di wilayah Saudi dengan sebuah rudal balistik. Tidak disebutkan lebih lanjut rincian mengenai serangan Teheran itu maupun targetnya.

- AS Menyerang Lagi, Iran Balas Gempur Kuwait-Yordania

Amerika Serikat (AS) kembali melancarkan serangan terhadap target-target Iran pada Jumat (17/7) malam, yang merupakan malam ketujuh berturut-turut saat perang kembali memanas. Militer Iran kemudian melancarkan serangan pembalasan terhadap target-target militer AS di wilayah Kuwait dan Yordania.

Komando Pusat AS atau CENTCOM, yang mengawasi operasi militer AS di Timur Tengah, seperti dilansir AFP, Sabtu (18/7/2026), mengatakan bahwa serangan terbarunya dimaksudkan untuk melemahkan kemampuan militer Iran.

"Komando Pusat AS (CENTCOM) menghantam lokasi pengintaian, infrastruktur logistik militer, fasilitas penyimpanan senjata bawah tanah, dan kemampuan maritim," demikian pernyataan CENTCOM yang disampaikan via media sosial X.

- Trump Sok-sokan Kritik Taktik Inggris yang Kalah di Semifinal Piala Dunia

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kini masuk dalam daftar panjang pengkritik taktik Inggris yang kalah dari Argentina dalam semifinal Piala Dunia. Trump mengkritik keputusan pelatih menjadikan kapten timnas Inggris, Harry Kane, yang dipujinya sebagai "pemain hebat", sebagai pemain bertahan.

Kritikan tersebut, seperti dilansir AFP dan BBC, Sabtu (18/7/2026), dilontarkan Trump saat dia berpidato dalam sebuah acara Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) di New York pada Jumat (17/7) waktu setempat, yang juga dihadiri oleh Presiden FIFA Gianni Infantino.

Dalam acara tersebut, Trump melontarkan kritikan ringan terhadap keputusan pelatih timnas Inggris, Thomas Tuchel, yang menerapkan taktik bertahan setelah Inggris berhasil unggul satu gol atas Argentina dalam pertandingan di Atlanta Stadium, AS, pada Rabu (15/7) waktu setempat.

- Iran Serang Bahrain, Klaim Hancurkan Pusat AI dan Fasilitas Drone AS

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim, pada Jumat (17/7), bahwa serangan mereka telah menghancurkan "pusat kecerdasan buatan (AI) utama" dan depot drone milik Amerika Serikat (AS) yang ada di Bahrain. IRGC menyebut serangannya itu sebagai pembalasan atas serangan terbaru AS terhadap Iran.

IRGC dalam pernyataannya, seperti dilansir Anadolu Agency, Sabtu (18/7/2026), mengatakan bahwa serangan tersebut dilancarkan setelah militer AS "melakukan kejahatan perang" dengan menyerang sejumlah jembatan di wilayah Iran pada malam sebelumnya, yang "menewaskan dan melukai sejumlah warga sipil".

Diklaim oleh IRGC bahwa pasukannya telah "menghancurkan depot kendaraan drone AS di Bahrain".

- Milisi Irak Tawarkan Imbalan Rp 179 M untuk Bunuh Trump

Kelompok milisi Irak menawarkan imbalan sebesar US$ 10 juta, atau setara Rp 179,4 miliar, untuk siapa saja yang mampu membunuh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Seruan pembunuhan dengan tawaran imbalan itu disebut sebagai "kutukan" bagi Presiden AS tersebut.

Tawaran tersebut, seperti dilansir Press TV dan Middle East Monitor, Sabtu (18/7/2026), diumumkan oleh Kelompok Perlawanan Islam di Irak, berkaitan dengan pembunuhan dua komandan yang dihormati, termasuk komandan terkemuka Iran, oleh AS beberapa waktu lalu.

Kelompok Perlawanan Islam di Irak merupakan komponen kunci dalam Poros Perlawanan, dan terlibat aktif dalam perang antara Iran-AS dengan melancarkan serangan terhadap aset-aset militer AS di kawasan tersebut.

Tonton juga video "AS Targetkan Pusat Komando & Pelabuhan Iran"

Halaman 2 dari 2
(nvc/nvc)


Berita Terkait