Anwar Ibrahim Bertekad Usir Warga Israel dari Malaysia

Anwar Ibrahim Bertekad Usir Warga Israel dari Malaysia

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 17 Jul 2026 17:00 WIB
PM Malaysia Anwar Ibrahim (dok. AFP/DAVID GRAY)
PM Malaysia Anwar Ibrahim (dok. AFP/DAVID GRAY)
Kuala Lumpur -

Perdana Menteri (PM) Malaysia, Anwar Ibrahim, menegaskan bahwa setiap warga negara Israel yang ditemukan di Malaysia akan segera dideportasi.

Penegasan ini, seperti dilansir The Star dan Anadolu Agency, Jumat (17/7/2026), disampaikan Anwar saat otoritas Malaysia sedang menyelidiki dugaan keterlibatan seorang warga negara Israel dalam operasional sebuah komunitas hunian swasta di negara bagian Johor.

Anwar mengatakan bahwa lembaga-lembaga terkait sedang menyelidiki dugaan tersebut. Dia menegaskan pemerintah Malaysia tidak akan berkompromi jika dugaan itu terbukti benar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Anwar menegaskan bahwa Malaysia tidak akan mengizinkan setiap warga negara Israel yang terlibat dalam program Network School di Forest City, Johor, untuk tetap berada di negara tersebut. Network School merupakan komunitas teknologi swasta yang mengusung konsep hunian dan pembelajaran bersama.

"Jika ditemukan adanya pelanggaran, tindakan tegas harus diambil," kata PM Malaysia tersebut.

"Jika kita menemukan warga negara Israel, kita akan segera mendeportasi mereka karena Malaysia tidak mengakui Israel," tegas Anwar dalam pernyataannya.

Pemegang paspor Israel pada umumnya dilarang memasuki Malaysia tanpa izin khusus, karena negara tersebut tidak mengakui Israel.

Kementerian Dalam Negeri Malaysia memulai menyelidiki setelah pemerintah negara bagian Johor meminta dilakukannya penyelidikan tingkat federal terkait dugaan yang melibatkan Network School.

Secara terpisah, Departemen imigrasi Malaysia pada Rabu (15/7) melaporkan bahwa sebanyak 266 warga negara asing yang diperiksa di sebuah komunitas internasional di Forest City terbukti memiliki dokumen imigrasi yang sah.

Simak Video 'Netanyahu Tebar Ancaman ke Iran, Serangan Israel Akan Jauh Lebih Dahsyat':

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)


Berita Terkait