Menhan Israel Mengaku Senang Saksikan Kehancuran Gaza

Menhan Israel Mengaku Senang Saksikan Kehancuran Gaza

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 14 Jul 2026 17:22 WIB
Menhan Israel, Israel Katz (dok. Reuters)
Menhan Israel, Israel Katz (dok. Reuters)
Gaza City -

Menteri Pertahanan (Menhan) Israel, Israel Katz, mengaku dirinya merasa senang menyaksikan kehancuran di Jalur Gaza, yang terus dibombardir militer Israel beberapa tahun terakhir.

Dia pun mencetuskan pembangunan permukiman Yahudi permanen di wilayah Jalur Gaza bagian utara.

Dalam wawancara dengan televisi Israel, Channel 14, seperti dilansir TRT World, Selasa (14/7/2026), Katz ditanya mengenai perasaannya ketika melihat kehancuran yang kini menyelimuti Jalur Gaza.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Rasanya menyenangkan, bukan?" ucap Katz.

ADVERTISEMENT

Dia kemudian mengklaim kehancuran Jalur Gaza, yang merupakan daerah kantong Palestina itu, sebagai hasil dari apa yang disebutnya sebagai "kebijakan yang disengaja" untuk melenyapkan berbagai ancaman.

Katz mengatakan bahwa Israel telah meninggalkan strategi sebelumnya yang mencakup penggerebekan agresif sementara, sembari menambahkan: "Alih-alih masuk lalu keluar, kini tentara berada di dalam, para teroris berada di luar, dan rumah-rumah telah hancur."

Dalam wawancara yang dilakukan saat dia meninjau wilayah Jalur Gaza bagian utara itu, Katz juga mengumumkan rencana untuk mendirikan tiga pos permukiman Israel, yang terkait dengan militer Israel di wilayah tersebut.

Laporan Channel 14 menyebutkan bahwa salah satu momen paling signifikan dalam kunjungan tersebut adalah usulan Katz untuk membangun kehadiran permanen Yahudi di Jalur Gaza bagian utara.

Katz secara terang-terangan menyatakan niatnya untuk mendirikan tiga pos terdepan Nahal di lokasi-lokasi yang sebelumnya ada di Gaza bagian utara, sebelum penarikan mundur pasukan Israel dari Gaza pada tahun 2005 silam.

Pos terdepan Nahal merupakan kelompok permukiman terkait militer, yang secara historis digunakan untuk merintis permukiman Yahudi yang baru, sebelum akhirnya beralih menjadi komunitas sipil.

Katz berdalih bahwa langkah tersebut diperlukan demi alasan "keamanan". Dia mengatakan bahwa hal tersebut akan memperkuat kendali Israel dan "pertahanan" bagi komunitas-komunitas di sekitarnya kelak.

Israel dilaporkan telah menewaskan lebih dari 73.000 warga Gaza, sebagian besar perempuan dan anak-anak, dan melukai lebih dari 173.000 orang dalam rentetan serangan mematikan sejak Oktober 2023. Israel meluluhlantakkan sebagian besar wilayah Gaza dan memaksa penduduknya mengungsi.

Simak juga Video 'Uni Eropa Kucurkan USD 1 M untuk Pembangunan Gaza':

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini