Sebuah surat kabar konservatif di Iran yang dikenal dengan nada provokatifnya, telah menerbitkan daftar orang-orang yang akan target pembalasan atas pembunuhan pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Dalam daftar tersebut termasuk para pemimpin Amerika Serikat, Israel, dan negara-negara Eropa.
Serangan AS-Israel menewaskan Khamenei pada 28 Februari lalu, hari pertama perang Timur Tengah. Putranya sekaligus penerusnya, Mojtaba Khamenei, telah bersumpah untuk membalas dendam.
Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Senin (13/7/2026):
- Eks Menpora Ganteng Malaysia Bebas dari Hukuman Penjara
Anggota parlemen Malaysia, Syed Saddiq Syed Abdul Rahman, yang juga mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), tetap berstatus bebas setelah Mahkamah Federal menolak banding terbaru yang diajukan jaksa pada Senin (13/7) waktu setempat.
Dua hakim Mahkamah Federal, yang merupakan pengadilan tertinggi di Malaysia itu, seperti dilansir The Star, Senin (13/7/2026), menolak banding jaksa dan menguatkan putusan pengadilan banding sebelumnya, yang membebaskan Syed Saddiq dari kasus dan hukuman penjara yang menjeratnya.
Meskipun satu hakim lainnya memberikan pendapat berbeda, keputusan mayoritas dua dibanding satu dalam Mahkamah Federal Malaysia itu mempertegas status bebas yang kini disandang Syed Saddiq.
- Senator AS Meninggal Usai ke Ukraina, Muncul Dugaan Dihabisi Rusia-Iran
Seorang senator senior Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik, Lindsey Graham, meninggal dunia dalam usia 71 tahun pada Sabtu (11/7) malam waktu AS. Graham yang dikenal sebagai pendukung Israel dan perang Iran ini, meninggal tepat sehari setelah melakukan kunjungan ke Ukraina.
Berbagai spekulasi dan dugaan pun mencuat soal meninggalnya Graham ada kaitannya dengan Rusia dan Iran.
Meskipun kantor resmi Graham, seperti dilansir BBC dan Al Jazeera, Senin (13/7/2026), telah menjelaskan bahwa senator senior AS yang mewakili negara bagian South Carolina itu, meninggal dunia karena "sakit mendadak".
- Memanas Lagi! Iran Bilang Tidak Menyerang, Tapi Membela Diri
Timur Tengah kembali mendidih. Kementerian Luar Negeri Iran menolak narasi Barat yang menyebut serangan terbaru Iran sebagai agresi tanpa provokasi. Iran menegaskan bahwa serangan tersebut merupakan tindakan membela diri yang sah terhadap pelanggaran Amerika Serikat-Israel yang sedang berlangsung.
(ita/ita)