Iran bersiap untuk memakamkan mendiang pemimpin tertinggi mereka, Ayatollah Ali Khamenei, di kampung halamannya di Mashhad, wilayah timur laut negara tersebut pada Kamis (9/7) malam waktu setempat.
Pemakaman Khamenei ini, seperti dilansir AFP, Kamis (9/7/2026), mengakhiri rangkaian seremoni besar-besaran selama beberapa hari terakhir, yang digelar di Teheran dan kota-kota suci Iran lainnya, juga di kota-kota suci Syiah di Irak. Jutaan pelayat menghadiri seremoni pemakaman Khamenei yang juga dihadiri oleh delegasi asing dari puluhan negara.
Tepat saat rangkaian seremoni memasuki hari terakhir, pada Kamis (9/7), Iran kembali terlibat aksi saling serang dengan Amerika Serikat (AS).
Pemakaman Khamenei yang digelar empat bulan setelah kematiannya itu, akan digelar saat AS semakin menggencarkan serangan terhadap target-target Iran menyusul runtuhnya gencatan senjata yang sudah rapuh.
Presiden AS Donald Trump, yang telah mengumumkan bahwa gencatan senjata AS-Iran telah berakhir, memperingatkan akan adanya serangan yang "jauh lebih parah" jika Iran terus menyerang kapal-kapal di Selat Hormuz.
Khamenei wafat pada 28 Februari, hari pertama serangan gabungan AS dan Israel yang mengawali perang tersebut.
Khamenei Akan Dimakamkan di Kota Kelahirannya
Setelah prosesi panjang melintasi kota suci Najaf dan Karbala di negara tetangga Irak pada Rabu (8/7), jenazah Khamenei dijadwalkan akan tiba di tempat peristirahatan terakhirnya di kota suci Mashhad.
Para pengamat terus memantau dengan saksama untuk melihat tanda-tanda keberadaan putra sekaligus penerus Khamenei, Mojtaba Khamenei, yang belum muncul sama sekali di hadapan publik sejak dipilih untuk memimpin Iran. Mojtaba dikabarkan luka-luka akibat serangan yang sama yang menewaskan ayahnya.
Gubernur Mashhad, Hassan Hosseini, seperti dikutip televisi pemerintah Iran, memperkirakan "15 juta orang" akan menghadiri prosesi pemakaman Khamenei.
(nvc/idh)