Trump Usai AS Serang Iran: Skor 20 Banding 1

Trump Usai AS Serang Iran: Skor 20 Banding 1

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Kamis, 09 Jul 2026 07:11 WIB
U.S. President Donald Trump speaks during an event to mark the launch of Trump Accounts in the Oval Office at the White House in Washington, D.C., U.S., July 6, 2026. REUTERS/Evan Vucci
Foto: Donald Trump (REUTERS/Evan Vucci).
Jakarta -

Ledakan menghantam beberapa kota di Iran setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memerintahkan AS untuk menyerang. Trump mengatakan serangan kali ini sangat keras.

"Kami baru saja menyerang mereka dengan sangat keras," kata Trump di dalam pesawat Air Force One dilansir kantor berita BBC, Kamis (9/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Trump membandingkan AS mendapat skor 20 banding 1 melawan Iran. Trump mengatakan setiap kali Iran menyerang pihaknya akan membalas serangan dengan keras.

"Saya katakan kami menyerang mereka dengan skor 20 banding 1. Setiap kali mereka menyerang kami, kami akan membalas dengan skor 20," ujarnya.

Dilansir AFP, media pemerintah Iran melaporkan ledakan di beberapa lokasi di sepanjang pantai selatan Iran, setelah Komando Pusat AS mengumumkan gelombang serangan baru.

Pesawat tempur terdengar di atas Pulau Kish dan ledakan mengguncang kota-kota pelabuhan Bandar Abbas, Konarak, dan Chabahar, yang sebagian di antaranya kehilangan aliran listrik, lapor kantor berita resmi Iran, IRNA.

"Ini sebagai pembalasan atas pemboman kapal kemarin oleh Iran," kata Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social. "Jika itu terjadi lagi, akan jauh lebih buruk!"

Sambil memerintahkan pembalasan terhadap Teheran, presiden AS mengatakan sebelumnya pada hari Rabu bahwa ia mengharapkan peningkatan militer terbaru ini akan segera berakhir dan membuka pintu untuk pembicaraan lebih lanjut.

CENTCOM mengatakan serangan itu dilakukan untuk melemahkan kemampuan pasukan Iran "untuk mengancam kebebasan navigasi" di selat tersebut, yang biasanya dilalui seperlima minyak dan gas alam cair dunia.

"Amerika Serikat meminta pertanggungjawaban Iran atas agresi yang tidak beralasan baru-baru ini terhadap pelayaran komersial," kata CENTCOM pada X.

Sebelum memerintahkan serangan terbaru, Trump mengatakan gencatan senjata dengan Iran telah berakhir, mendorong mediator Pakistan dan Qatar serta PBB untuk menyerukan de-eskalasi.

Selat Hormuz tetap menjadi titik panas dalam konflik Timur Tengah, yang dimulai pada 28 Februari dengan serangan AS-Israel yang menewaskan Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran, yang akan dimakamkan di kota kelahirannya Mashhad pada hari Kamis.

Sejak serangan itu, Teheran bersikeras untuk mengendalikan selat tersebut, dengan mengatakan akan mengenakan biaya untuk pelayaran dan mengancam akan menyerang kapal yang menyimpang dari rute yang diizinkan.

Tonton juga video "Trump Ancam Serang Iran Lagi Usai Nyatakan Gencatan Senjata Berakhir"

(whn/azh)


Berita Terkait