Amarah Prancis Buntut Mbappe Disasar Serangan Rasis Senator Paraguay

Amarah Prancis Buntut Mbappe Disasar Serangan Rasis Senator Paraguay

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 07 Jul 2026 20:06 WIB
Presiden Prancis Emmanuel Macron menghibur Kylian Mbappe yang sedih setelah gagal membawa Les Bleus juara Piala Dunia 2022 di Stadion Lusail, Qatar.
Foto: Momen Presiden Prancis Peluk dan Hibur Mbappe (AP Photo/Manu Fernandez)
Paris -

Seorang senator Paraguay Celeste Amarilla melontarkan pernyataan rasis terhadap penyerang Timnas Prancis Kylian Mbappe usai negaranya menelan kekalahan di Piala Dunia 2026. Pernyataan Amarilla mendapat kritik tajam dan kecaman dari publik Prancis.

Dilansir AFP, Selasa (7/7/2026), Mbappe menyebut seorang senator Paraguay tersebut "tercela" dan "tidak layak menduduki jabatannya" setelah melakukan pelecehan rasis terhadap kapten Prancis tersebut di media sosial. Pernyataan Amarilla usai pertandingan babak 16 besar Piala Dunia antara kedua negara pada akhir pekan lalu.

Reaksi Mbappe muncul usai Amarilla menyerang bintang Real Madrid itu, Prancis memenangkan laga di Philadelphia, Sabtu (4/7), pertandingan penuh ketegangan yang dimenangkan Prancis 1-0.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Nyonya Celeste Amarilla, Anda adalah wanita yang hina dan tidak layak menduduki posisi Anda," tulis Mbappe di X.

"Anda tidak mewakili Paraguay, negara yang telah berjuang dengan semangat dan kehormatan sepanjang kompetisi," tegas Mbappe.

"Karena kurangnya kesadaran dan rasisme Anda yang tak terkendali, seluruh dunia telah melupakan perjalanan tim Anda dan upaya bersejarah di Piala Dunia ini," tambahnya.

Ujaran Rasis Senator Paraguay

Amarilla melakukan pelecehan rasial terhadap Mbappe dan dalam unggahan lain menyebutnya sebagai "orang Kamerun yang terjajah yang benar-benar berpura-pura menjadi orang Prancis, pahit, kaya baru, arogan, dan jelek", dan menuduhnya "ketakutan setengah mati" selama pertandingan.

Komentar tersebut telah memicu reaksi marah di Prancis, dengan menteri olahraga negara itu, Marina Ferrari, menggambarkannya sebagai "menjijikkan, memalukan, dan semakin tidak dapat diterima karena berasal dari seorang politisi".

Mbappe, yang ayahnya berasal dari Kamerun sebelum menetap di Prancis, mencetak satu-satunya gol dalam pertandingan tersebut melalui tendangan penalti di babak kedua, membawa Les Bleus melaju ke perempat final, Kamis (9/7), melawan Maroko.


Dukungan Presiden Prancis

Presiden Prancis Emmanuel Macron mendukung Kylian Mbappe melawan serangan rasis dari seorang senator Paraguay Celeste Amarilla. Prancis, kata Macron, akan menanggapi serangan rasis senator itu dengan hormat usai negaranya menyingkirkan Paraguay dari Piala Dunia 2026.

"Satu gol lagi untuk Kylian MbappΓ©. Kali ini melawan rasisme. Dukungan penuh dari saya. Ketika kata-kata menodai, nilai-nilai kita akan merespons: martabat, rasa hormat, persaudaraan," tulis Macron sambil mencolek akun media sosial Mbappe, Selasa (7/7).

Reaksi Presiden Paraguay

Presiden Kongres Nasional Paraguay Basilio Nunez mengkritik pernyataan rasis senator Celeste Amarilla terhadap Mbappe. Nunez mengatakan komentar Amarilla tersebut tidak mewakili nilai-nilai sejati rakyat Paraguay.

"Sebagai Presiden Kongres Nasional, saya dengan tegas menolak pesan-pesan rasis, xenofobia, dan yang menghasut kekerasan terhadap siapa pun," kata Nunez dilansir Reuters, Selasa (7/7/2026).

"The Tim nasional Paraguay telah memberikan yang terbaik dengan penuh kehormatan dan ketabahan di Piala Dunia. Politik dan olahraga harus dipisahkan," tambahnya.

Pemerintah Paraguay mengatakan mereka "menyesalkan dan menolak pernyataan" yang dibuat oleh Amarilla, dengan mengatakan bahwa pernyataan tersebut "bertentangan dengan nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang menginspirasi hidup berdampingan secara damai dan menghormati martabat manusia yang dipromosikan negara kita."

"Pernyataan anggota parlemen tersebut semata-mata sesuai dengan pelaksanaan tanggung jawab pribadinya sebagai anggota Lembaga Legislatif dan sama sekali tidak mewakili posisi Pemerintah Republik Paraguay atau rakyat Paraguay," kata pemerintah dalam sebuah pernyataan.

Kantor Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan Presiden Paraguay telah menulis surat kepadanya untuk menyatakan dukungan dan mengutuk pernyataan tersebut.

Halaman 2 dari 3
(rdp/rdp)


Berita Terkait