Trump Serang Wasit yang Beri Kartu Merah Balogun, FIFA Pasang Badan

Trump Serang Wasit yang Beri Kartu Merah Balogun, FIFA Pasang Badan

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 07 Jul 2026 12:19 WIB
Trump memegang kartu merah saat bertemu Presiden FIFA Gianni Infantino di Gedung Putih tahun 2018 lalu (dok. REUTERS/Leah Millis)
Trump memegang kartu merah saat bertemu Presiden FIFA Gianni Infantino di Gedung Putih tahun 2018 lalu (dok. REUTERS/Leah Millis)
Washington DC -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melontarkan serangan verbal untuk wasit yang memberikan kartu merah kepada pemain timnas AS, Folarin Balogun, dalam pertandingan Piala Dunia melawan Bosnia pada 2 Juli lalu. Trump menyebut wasit bernama Raphael Claus dari Brasil itu "sangat mencurigakan".

Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA), seperti dilansir AFP, Selasa (7/7/2026), langsung pasang badan memberikan pembelaan untuk Claus, yang disebut telah "menunjukkan standar profesionalisme dan integritas tertinggi" sepanjang kariernya.

Kepala bidang perwasitan sekaligus ketua komite wasit FIFA, Pierluigi Collina, menegaskan bahwa Claus merupakan anggota kunci dalam daftar wasit Piala Dunia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Raphael Claus memimpin pertandingan di Piala Dunia FIFA keduanya, setelah sebelumnya bertugas bersama kami di Qatar pada tahun 2022," ujar Collina dalam sebuah pernyataan.

"Dia adalah wasit berpengalaman dan sangat dihormati, dan kami menaruh kepercayaan penuh kepadanya sebagai petugas pertandingan yang terpercaya," tegasnya.

Reaksi keras dan kecaman terhadap tuduhan Trump dilontarkan oleh Konfederasi Sepak Bola Brasil (CBF), yang menegaskan tidak ada apa pun dalam latar belakang Claus yang "menimbulkan kecurigaan".

Claus mengeluarkan kartu merah kontroversial terhadap Balogun pekan lalu, yang mendorong Trump untuk menelepon langsung Presiden FIFA Gianni Infantino untuk mendesak agar FIFA meninjau kembali kartu merah tersebut, yang memberlakukan larangan bermain satu pertandingan bagi striker AS itu.

Sejumlah sumber mengatakan kepada media The Guardian bahwa Trump sampai tiga kali menelepon FIFA untuk mendesak pembatalan sanksi tersebut.

FIFA akhirnya menunda penerapan sanksi terhadap Balogun dan mengizinkannya bermain dalam laga babak 16 besar melawan Belgia pada Senin (6/7) di Seattle. Keputusan FIFA tersebut membuat geger dunia sepak bola dan menuai banyak kritikan.

Trump Akui Minta Kartu Merah Balogun Ditinjau, Puji Keputusan FIFA

Saat berbicara kepada wartawan di Gedung Putih pada Senin (6/7), seperti dilansir Reuters, Trump untuk pertama kalinya mengakui bahwa dirinya meminta Infantino untuk meninjau kembali kartu merah untuk Balogun. Dia membela langkah intervensi ini sebagai upaya mengoreksi apa yang disebutnya sebagai keputusan wasit yang "sangat buruk".

"Yang saya lakukan hanyalah meminta peninjauan ulang, karena menurut saya itu bukan pelanggaran," kata Trump kepada wartawan di Ruang Oval.

Menurut Trump, insiden yang membuat Balogun mendapat kartu merah itu hanyalah peristiwa tabrakan antara dua atlet. "Saya melihat pertandingan itu. Itu bukan pelanggaran. Itu hanya dua orang yang berlari dengan kecepatan penuh dan secara kebetulan saling bertabrakan," sebutnya.

Trump kemudian memuji keputusan FIFA, sembari menegaskan bahwa dirinya tidak menekan FIFA untuk membatalkan kartu merah tersebut.

"Saya pikir mereka (FIFA) mengambil keputusan yang sangat brilian," kata Presiden AS itu. "Saya tidak memberi tahu mereka tenang apa yang harus dilakukan. Saya tidak bisa memberi tahu mereka tentang apa yang harus dilakukan," tegasnya.

Trump Ragukan Kredibilitas Wasit yang Beri Kartu Merah ke Balogun

Trump, dalam pernyataannya, sempat mempertanyakan kualitas dan kredibilitas wasit Claus yang mengusir Balogun keluar lapangan. Dia menyebut kinerja wasit itu "agak mencurigakan jika melihat rekam jejaknya".

"Wasit ini, agak mencurigakan jika Anda memeriksa rekam jejaknya. Saya sebenarnya enggan mengatakannya karena saya tidak suka memicu kontroversi, tetapi dia sangat mencurigakan. Dia membuat keputusan yang sulit dipercaya oleh siapa pun," kata Trump.

Trump Akui Tak Paham Kartu Merah dalam Sepak Bola

Trump, saat berbicara kepada wartawan di Ruang Oval Gedung Putih pada Senin (6/7), mengakui bahwa dirinya tidak memahami soal kartu merah dalam pertandingan sepak bola. Dia mengatakan bahwa dirinya hanya meminta peninjauan ulang terhadap hukuman kartu merah untuk Balogun.

"Kartu merah, saya tadinya tidak tahu apa itu kartu merah, tetapi begitu saya tahu, saya berkata, 'Anda pasti bercanda'," kata Trump, seperti dilansir The Hill dan The Guardian.

Trump mengatakan bahwa dirinya baru mengetahui setelah pertandingan usai jika kartu merah yang diberikan oleh wasit kepada pemain timnas AS akan langsung berakibat pada skorsing otomatis dalam pertandingan selanjutnya.

"Memberikan hukuman untuk pertandingan yang baru saja berlangsung itu satu hal. Tetapi, bagaimana bisa Anda menghukum mereka untuk pertandingan yang bahkan belum dimainkan? Itu sangat tidak adil," ucap Presiden AS itu.

Simak juga Video Trump Ngomongin Alasan Protes Kartu Merah Balogun ke Bos FIFA

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)


Berita Terkait