Upacara pemakaman pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, secara resmi dimulai di Teheran, ibu kota Iran pada hari Sabtu (4/7) pagi waktu setempat. Acara ini dihadiri ribuan orang dan dimaksudkan sebagai demonstrasi kekuatan kepada musuh-musuh Republik Islam tersebut.
Ribuan pelayat yang membawa spanduk merah -- simbol pembalasan -- berkumpul di halaman kompleks keagamaan Grand Mosalla yang luas di Teheran menunggu kedatangan peti mati Khamenei.
Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Sabtu (4/7/2026):
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Kalahkan Australia di Piala Dunia, Pelatih Mesir: Ini untuk Palestina
Timnas Mesir meraih kemenangan bersejarah di Piala Dunia 2026. Pelatihnya, Hossam Hassan, mendedikasikan kemenangan timnya atas Australia tersebut kepada rakyat Palestina.
Mesir menunjukkan ketenangan untuk mengalahkan Australia 4-2 melalui adu penalti. Untuk pertama kalinya, Mesir berhasil melaju ke babak 16 besar Piala Dunia setelah adu penalti melawan Australia usai bermain imbang 1-1 dalam pertandingan babak 32 besar di Stadion Dallas, Amerika Serikat pada hari Jumat (3/7) waktu setempat.
Dilansir media Al-Jazeera, Sabtu (4/7/2026), berbicara kepada wartawan setelah pertandingan, Hassan berkata: "Semoga Allah menganugerahkan kemenangan kepada mereka [rakyat Palestina], semoga Allah mengampuni para martir mereka."
- Iran Resmi Mulai Prosesi Pemakaman Khamenei, Akan Berlangsung 6 Hari
Iran secara resmi memulai prosesi pemakaman umum untuk mendiang pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, yang akan berlangsung selama enam hari. Demikian laporan televisi pemerintah Iran pada hari Sabtu (4/7) pagi, dengan prosesi yang akan berlanjut di Irak sebelum pemakamannya.
Dilansir kantor berita AFP, Sabtu (4/7/2026), ribuan pelayat yang membawa spanduk merah, simbol yang terkait dengan seruan balas dendam, berkumpul di halaman Grand Mosalla di Teheran, ibu kota Iran, menjelang kedatangan peti mati Khamenei. Mereka meneriakkan "matilah Amerika" dan "balas dendam, balas dendam", menurut laporan jurnalis AFP di lokasi tersebut.
- Warga Palestina Keluhkan Gaza Terlupakan Sejak Perang AS-Iran
Warga Palestina mengeluhkan tentang perang Gaza yang kini terlupakan sejak Amerika Serikat dan Israel berperang dengan Iran.
"Sejak Amerika Serikat berperang dengan Iran, seluruh dunia telah melupakan Gaza dan tragedinya. Kami tidak lagi memiliki siapa pun yang membela kami," kata Ahmed Jamali, 53 tahun, seorang warga Palestina dari kamp pengungsian di Gaza, tempat ia tinggal.
"Kami lemah dan tertindas, dan Israel melakukan apa pun yang diinginkannya: membunuh, menghancurkan, dan menduduki Gaza, sementara tidak ada seorang pun di dunia yang berbuat apa pun," cetusnya, dilansir kantor berita AFP, Sabtu (4/7/2026).
- Panas! Rusia Tembak Jatuh Puluhan Rudal Ukraina di Kota Kelahiran Putin
Panas! Rusia menembak jatuh puluhan drone Ukraina di atas wilayah Saint Petersburg, kota kelahiran Presiden Vladimir Putin.
Serangan drone (UAV) tersebut terjadi setelah serangan besar-besaran Rusia di Kyiv, ibu kota Ukraina yang menewaskan 30 orang minggu ini.
Ukraina semakin sering menyerang kota-kota Rusia yang jauh dari perbatasan sebagai balasan atas serangan harian Moskow dalam perang yang pecah sejak Februari 2022.
- Teriakan 'Matilah Amerika' Bergema di Pemakaman Khamenei
Upacara pemakaman pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, secara resmi dimulai di Teheran, ibu kota Iran pada hari Sabtu (4/7) pagi waktu setempat. Acara ini dihadiri ribuan orang dan dimaksudkan sebagai demonstrasi kekuatan kepada musuh-musuh Republik Islam tersebut.
Ribuan pelayat yang membawa spanduk merah -- simbol pembalasan -- berkumpul di halaman kompleks keagamaan Grand Mosalla yang luas di Teheran menunggu kedatangan peti mati Khamenei.
Dilansir kantor berita AFP, Sabtu (4/7/2026), teriakan "matilah Amerika" dan "balas dendam, balas dendam" bergema di tempat tersebut.











































